Kutip Media Israel, Pizaro Gozali Sebut Tel Aviv Akui Kekalahan Perang untuk Pertama Kalinya

Nasional409 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR – Pengamat Timur Tengah, H. Pizaro Gozali Idrus, Ph.D (Cand.), membedah rapuhnya kekuatan militer Israel dalam acara Silaturrahim Akbar Pendukung Kemerdekaan Palestina yang digelar di Gedung Teater Sekolah Islam Athirah, Makassar, Ahad (10/5/2026).

Dalam pemaparannya, Pizaro secara tajam menyoroti runtuhnya narasi “tentara terbaik dunia” yang selama ini disematkan kepada Israel. Menurutnya, realita di lapangan menunjukkan hal yang sangat kontradiktif dengan klaim tersebut.

Salah satu poin utama yang disoroti Pizaro adalah kegagalan teknologi militer kebanggaan Israel, yakni Tank Merkava. Tank yang bernilai miliaran rupiah dan dipasarkan sebagai salah satu kendaraan tempur terbaik di dunia itu ternyata tak berdaya menghadapi serangan pejuang Palestina.

“Tank Merkava yang harganya selangit itu ternyata tidak ada apa-apanya di hadapan Roket Al-Yasin. Ini membuktikan bahwa kecanggihan teknologi bukanlah jaminan di medan tempur,” tegas Pizaro di hadapan para peserta.

Dampak dari kegagalan tersebut bahkan merambah ke sektor ekonomi militer. Pizaro mengungkapkan bahwa di pasar alutsista internasional, harga tank Merkava dilaporkan mengalami penurunan signifikan karena performanya yang tidak terbukti tangguh di lapangan saat menghadapi perang asimetris.

Menariknya, narasi keruntuhan ini tidak hanya datang dari pihak luar. Pizaro membeberkan bahwa tekanan di lapangan telah memaksa pihak internal Israel mulai bicara jujur.

Ia mengutip laporan dari salah satu surat kabar online terkemuka di Israel yang secara mengejutkan memuat pernyataan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, Israel harus mengakui kekalahan perang mereka.

“Bahkan media mereka sendiri sudah tidak bisa menutup-nutupi fakta. Salah satu surat kabar online Israel secara eksplisit menyebutkan bahwa untuk kali pertama, Israel benar-benar kalah dalam perang ini,” ungkapnya.

Pizaro, yang memiliki pengalaman meliput langsung konflik di Suriah, menekankan bahwa dalam perang asimetris, jumlah personel yang banyak bukan jaminan kemenangan. Ia menyebutkan bahwa pasukan yang jumlahnya sedikit bisa menang melawan jumlah yang besar melalui strategi dan mentalitas yang kuat.

Di sisi lain, kondisi psikologis tentara Israel justru berada di titik nadir. Pizaro mengungkapkan data mengenai banyaknya personel militer Israel yang mengalami depresi berat hingga melakukan tindakan bunuh diri karena trauma menghadapi perlawanan sengit di medan tempur.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WITA ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan puisi Palestina dan penggalangan donasi untuk membantu perjuangan rakyat Palestina melalui Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ). []

Comment