by

Lembaga Sertifikasi Pendidikan Bukan Solusi

-Opini-29 views

 

 

Oleh : Desi Nurjanah, S.Si*

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pendidikan terendah warga Kabupaten Bandung adalah jenjang SMP. Maka, digagaslah pembuatan lembaga sertifikasi pendidikan agar pendidikan terendah warga Kabupaten Bandung adalah D3. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan meningkatkan IPM Nasional. Berbeda hal dengan Singapura yang memiliki jenjang pendidikan terendah adalah S1 sedangkan Belanda adalah S2 (notif.id, 5/2/2021).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak diukur hanya dengan pendidikan yang memberikan titel semata, karena terdapat banyak indikator untuk meningkatkan IPM seperti pembangunan dan fasilitas.

Pendidikan akan berjalan dengan adanya pembangunan dan fasilitas yang mendukung terselenggaranya pendidikan. Sedangkan pembangunan dan fasilitas hanya akan maksimal jika negara memberikan kepada masyarakat, mengingat pembangunan dan fasilitas merupakan dua indikator besar yang membutuhkan dana cukup besar.

Jika negara lain mampu meningkatkan IPM masyarakat karena negara hadir untuk menunjang terselenggaranya penddikan yang ditunjang oleh pembangunan dan fasilitas yang memadai.

Belum lagi tujuan pendidikan saat ini ditujukan agar siap terjun ke dunia kerja. Pendidikan tidak diukur dari kualitas kurikulum pendidikan yang mampu membangkitkan pemikiran masyarakat terkait sains, teknologi dan permasalahan masyarakat.

Jika Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara lain yang maju dalam sains dan teknologi karena mereka sadar atas permasalahan kehidupan manusia saat ini. Kurikulum Indonesia dibentuk dan lebih berorientasi pada bidang kerja kapital.

Di sisi lain, pembuatan sertifikasi rawan terhadap praktek suap karena masyarakat akan dimintai sejumlah dana agar mampu meyetarakan pendidikan agar memenuhi batas minimum pendidikan terendah. Maka, jika masyarakat ingin meningkatkan IPM melalui pendidikan maka negara harus hadir dan menopang.

Sementara Islam memiliki solusi untuk meningkatkan IPM melalui pendidikan yaitu dengan menggratiskan semua jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Doktoral.

Karena, dana didapatkan oleh negara dari hasil pengelolaan sumber daya alam negeri yang mampu menunjang pendidikan dengan memberikan pembangunan dan fasilitas yang memadai.

Sehingga semua warga negara mampu mengakses pendidikan hingga jenjang tinggi dengan kurikulum terbaik yang tidak hanya maju dalam sains dan teknologi akan tetapi mampu menjadikan peserta didik memiliki ketaqwaan yang akan menghasilkan akhlaq terbaik.

Bahkan gaji guru dalam sebulan dibayar menggunakan dinar yang setara dengan 30 juta, karena profesi guru sangat dihargai.

Hal ini pernah diterapkan dan masyarakat di dalamnya terdepan dalam sains dan teknologi mengingat banyak ilmuawan muslim yang muncul di era Daulah Abbasiyah seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dll.

Sistem seperti ini hanya ada dalam institusi negara yang menerapkan Islam secara sempurna.[]

*Mahasiswi S2 Gazi University Ankara Turki

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 16 =

Rekomendasi Berita