RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tanaman lidah mertua, yang dikenal dengan nama ilmiah Dracaena trifasciata dan sebelumnya banyak disebut Sansevieria trifasciata, menjadi salah satu tanaman hias yang digemari masyarakat.
Selain bentuk daunnya yang tegak dan mudah dirawat, tanaman ini dikenal memiliki kemampuan menyerap sejumlah polutan udara dalam kondisi tertentu sehingga kerap ditempatkan di dalam maupun di sekitar rumah.
Popularitas lidah mertua ikut menjadi peluang usaha bagi Iwan Andriansyah, warga Ciapus, Bogor. Sejak 2020, Iwan menekuni usaha tanaman hias dan tanaman yang menurutnya memiliki manfaat bagi kesehatan. Ia menjajakan tanaman tersebut dari Bogor hingga sejumlah lingkungan permukiman di Jakarta.
Sebelum berjualan tanaman, Iwan Andriansyah (41) bekerja di sebuah pabrik sepatu di Bogor. Pandemi Covid-19 pada 2020 membuatnya mencoba usaha baru setelah mendapat saran dari seorang kawan.
“Awalnya karena Covid. Ada teman yang menyarankan untuk mencoba jualan tanaman,” kata Iwan saat ditemui di lingkungan RT 012/05, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).
Sejak itu, Iwan mulai menanam sendiri berbagai tanaman hias dan tanaman yang biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman obat di belakang rumahnya di Ciapus. Sebagian tanaman kemudian dijual kepada pelanggan.
“Kalau ada pesanan dan barangnya ada, tinggal ambil di belakang rumah. Kalau tidak ada, dicari dari tempat lain,” ujar Iwan.
Iwan mengatakan usaha tersebut menjadi salah satu ikhtiarnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia memiliki tiga anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Anak sulungnya kini duduk di kelas V Sekolah Dasar Islam.
“Kalau kita jalan (ikhtiar), pasti Allah kasih rezekinya. Memang niatnya keluar rumah untuk cari nafkah,” ujarnya.
Tanaman Lidah Mertua yang dibandrol Iwan dengan harga Rp20-25. 000 itu lumayan laris terjual.
Lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah dipelihara. Daunnya tebal, memanjang, dan mampu menyimpan air sehingga tanaman ini cukup tahan terhadap kondisi kering. Karakter tersebut membuatnya cocok bagi masyarakat yang menginginkan tanaman hias dengan perawatan sederhana.
Secara ilmiah, tanaman ini termasuk keluarga Asparagaceae. Dalam literatur botani modern, nama yang banyak digunakan saat ini adalah Dracaena trifasciata, sedangkan Sansevieria trifasciata merupakan nama yang sangat populer dan masih banyak digunakan dalam perdagangan tanaman.
Lidah mertua juga sering disebut sebagai tanaman yang dapat membantu memperbaiki kualitas udara. Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan tanaman tertentu, termasuk kelompok Sansevieria, dapat menyerap senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) dalam kondisi eksperimental.
Namun, kemampuan tersebut tidak berarti satu atau dua pot lidah mertua dapat menggantikan ventilasi atau alat penyaring udara di dalam rumah.
Efek pemurnian udara oleh tanaman dalam kondisi rumah sehari-hari jauh lebih kompleks dibandingkan eksperimen laboratorium.
Karena itu, sirkulasi udara yang baik tetap menjadi faktor utama untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.
Lidah mertua juga memiliki karakteristik fisiologis menarik. Tanaman ini menggunakan mekanisme fotosintesis yang dikenal sebagai Crassulacean Acid Metabolism (CAM).
Mekanisme tersebut memungkinkan tanaman mengatur pertukaran gas dengan cara yang membantu menghemat air, sebuah kemampuan yang berkaitan dengan habitat tanaman yang relatif kering.
Karena itu, lidah mertua lebih tepat dipandang sebagai tanaman hias yang memiliki sejumlah karakter fisiologis menarik dan potensi manfaat terhadap lingkungan mikro, bukan sebagai pengganti pengobatan medis atau alat pemurni udara.
Selain menjual tanaman, Iwan juga memproduksi pupuk organik sendiri. Bahan yang digunakan berasal dari humus daun bambu yang telah membusuk dan kemudian dicampur dengan sekam bakar.
“Saya juga jual pupuk buatan sendiri. Pupuk organik dari humus bambu yang dipotong halus dicampur sekam bakar dengan harga Rp10-15. 000,-” ujar Iwan sumringah sambil menyeruput segelas kopi.
Menurut Iwan, penggunaan bahan organik tersebut menjadi bagian dari upayanya menyediakan kebutuhan bagi para penghobi tanaman sekaligus memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dari usaha sederhana di belakang rumah, Iwan kini menjadikan tanaman sebagai sumber penghasilan keluarga. Baginya, berjualan tanaman bukan semata-mata soal perdagangan, melainkan cara untuk terus bergerak dan menjemput rezeki.
Tanaman lidah mertua yang awalnya hanya dikenal sebagai penghias halaman dan ruangan, bagi Iwan juga telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya setelah pandemi.
Dari Ciapus, Bogor, ia membawa tanaman-tanamannya ke berbagai tempat sembari menjalankan prinsip sederhana – bekerja, berusaha, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
Untuk pesanan tanaman Lidah Mertua, Tanaman Obat dan juga Tanaman Hias, silakan hubungi langsung ke saudara Iwan Andriansyah di+62 831-7570-4289.[]














Comment