Lindungi Lingkungan Laut, Australia dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Regional 

Nasional19 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -– Australia dan Indonesia menggelar lokakarya regional tentang Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Areas/MPA) di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini mempertemukan pejabat pemerintah dan pakar maritim dari Asia Tenggara untuk memperkuat kerja sama perlindungan lingkungan laut sekaligus menegaskan komitmen bersama terhadap kawasan yang stabil, damai, dan sejahtera.

Perwakilan dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Australia mengikuti lokakarya tersebut. Mereka berbagi pengalaman mengenai perencanaan kawasan konservasi perairan, pengelolaan dan konservasi laut, serta membahas peluang kolaborasi dalam implementasi Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Laut Lepas (BBNJ).

Perwakilan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Alex Oates, mengatakan kemitraan antarnegara menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan laut sekaligus mendukung masyarakat dan perekonomian yang bergantung pada sumber daya kelautan.

“Lokakarya ini menunjukkan pentingnya kemitraan dalam melindungi lautan serta mendukung masyarakat dan perekonomian yang bergantung padanya.

Dengan mempertemukan para pakar kelautan dan pejabat dari seluruh Asia Tenggara, kita menciptakan wadah untuk berbagi pengetahuan, memperkuat jaringan profesional, dan membangun kerja sama yang praktis dalam menghadapi tantangan maritim,” kata Oates.

Sementara itu, Dr. Firdaus Agung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mengatakan Indonesia bangga menjadi tuan rumah bersama Australia dalam penyelenggaraan lokakarya MPA regional perdana tersebut.

Menurut dia, kegiatan itu mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama regional di bidang pengelolaan laut yang berkelanjutan.

“Lokakarya ini menjadi wadah penting bagi para mitra regional untuk bertukar pengetahuan, memperkuat kapasitas, dan meningkatkan kerja sama terkait kawasan konservasi perairan serta implementasi Perjanjian BBNJ. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan para mitra regional untuk mendorong tata kelola laut yang efektif dan pemanfaatan sumber daya kelautan bersama secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam lokakarya tersebut, para peserta juga bertukar pengalaman mengenai tata kelola kawasan konservasi, pengawasan, penegakan hukum, hingga penelitian ilmiah kelautan. Selain itu, forum tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi peluang kerja sama maritim di masa mendatang.

Penyelenggara menilai laut yang sehat dan produktif menjadi penopang ketahanan pangan, mata pencaharian masyarakat, sektor pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Karena itu, kawasan konservasi perairan dinilai berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, mendukung perikanan berkelanjutan, meningkatkan ketahanan ekosistem, serta membantu negara-negara memenuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Lokakarya tersebut diselenggarakan melalui program Southeast Asia Maritime Partnerships Australia, yang bertujuan mendukung negara-negara mitra di Asia Tenggara dalam menghadapi berbagai tantangan maritim melalui penguatan kerja sama regional.[]

Comment

Rekomendasi Berita