LP3ES: Revitalisasi Sekolah dan Tambahan Penghasilan Guru Non-ASN Dorong Ekonomi Daerah

Nasional27 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menilai kebijakan pendidikan pemerintah pada 2025 melalui Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan serta Program Bantuan Tambahan Penghasilan Guru Non-ASN terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Kajian tersebut dilakukan LP3ES di 30 provinsi dengan menggunakan pendekatan mixed methods, meliputi survei lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan pendidikan dan pelaku ekonomi lokal, serta analisis ekonometrika berbasis data sekunder. Hasil penelitian dipaparkan di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Koordinator Tim Peneliti LP3ES, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Setiap kenaikan 1 persen alokasi dana revitalisasi sekolah diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi sebesar 0,527 persen.

Dampak ekonomi tersebut terjadi melalui perputaran belanja material bangunan yang mayoritas dibeli dari wilayah sekitar sekolah, penyerapan tenaga kerja lokal dengan upah harian rata-rata Rp100.000 hingga Rp150.000, serta peningkatan pendapatan UMKM di sekitar sekolah penerima program.

Selain itu, revitalisasi sekolah dinilai efektif memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Setiap kenaikan 1 persen dana revitalisasi berkorelasi dengan peningkatan pemenuhan kebutuhan sekolah sebesar 0,95 persen, terutama untuk rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, ruang kantor, dan sarana penunjang lainnya.

Sementara itu, Program Bantuan Tambahan Penghasilan Guru Non-ASN juga menunjukkan dampak langsung terhadap kesejahteraan ekonomi guru. LP3ES mencatat setiap kenaikan subsidi sebesar Rp1 juta berdampak pada peningkatan pengeluaran rumah tangga guru rata-rata sekitar Rp317.700, yang digunakan untuk kebutuhan pokok, transportasi, serta pembelian buku dan sumber belajar.

Peningkatan kesejahteraan tersebut berdampak pada kinerja guru. Sebanyak 88 persen guru penerima bantuan menyatakan mengalami peningkatan semangat dan produktivitas kerja, sementara 84 persen mengaku tingkat kehadiran di sekolah semakin baik.

Menanggapi temuan LP3ES, Muslim dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA dengan total anggaran sekitar Rp12 triliun, serta revitalisasi SMK sebesar Rp2,6 triliun.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut tidak hanya memperbaiki kualitas pendidikan secara merata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di berbagai wilayah Indonesia.[]

Comment