by

Maize Lina*: Ubah Insecure Menjadi Bersyukur

-Opini-39 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Insecure merupakan perasaan tidak aman yang mungkin saja dialami sebagian besar orang. Perasaan tidak aman ini terjadi ketika merasa malu, bersalah, kekurangan, atau bahkan tidak mampu.

Insecure tidak hanya terjadi pada kalangan anak muda tapi juga dewasa bahkan anak-anak.

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kita berada di zaman teknologi canggih yang mana dunia maya tak ubahnya dunia nyata, setiap orang pasti memiliki akun media sosial. Media sosial dijadikan ajang untuk melakukan berbagai aktivitas. Kondisi semacam ini mampu menimbulkan perasaan insecure pada diri seseorang, mudahnya berkomentar tanpa pikir dan pertimbangan bila orang lain tersinggung dan insecure.

Rasa insecure muncul karena adanya rangsangan dari luar, komentar dari orang lain menjadi salah satu faktor penyebabnya. Hal ini merupakan wujud dari naluri manusia. Ada tiga naluri manusia, naluri berkasih sayang, naluri religius, dan naluri mempertahankan diri.

Insecure masuk di dalam naluri mempertahankan diri, yang mana naluri ini muncul apabila ada rangsangan dari luar. Naluri mempertahankan diri apabila ditanggapi dengan positif akan berdampak positif tapi jika ditanggapi negative maka akan menimbulkan perasaan insecure.

Selain itu, perasaan insecure muncul karena adanya sistem sekulerisme, yang memisahkan nilai nilai agama dari kehidupan yang menjadi standar baik buruk seseorang bukan dari Allah SWT melainkan penilaian dari manusia.

Tidak heran jika saat ini orang berbondong-bondong mempercantik diri bukan memperbaiki dari segi fisik bukan terkait psikologi seperti akhlak.

Dalam islam perasaan insecure tidak ada, karena Allah SWT menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk seperti tercantum dalam QS At-Tin [95] : 4-6.

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam sebaik baik bentuk. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tidak ada putus-putusnya”.

Pada dasarnya setiap orang memiliki kekurangan masing-masing, hanya saja ada yang terlihat ada yang tidak. Jadi, patut kita syukuri apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Karena di setiap kekurangan pasti ada kelebihan dan ada hikmah yang bisa kita syukuri.

*Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − six =

Rekomendasi Berita