RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Mangga segar berpotensi menjadi buah yang bermanfaat untuk mengelola kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Kandungan serat, antioksidan, serta berbagai zat gizi penting di dalamnya diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengatur kadar glukosa, terutama pada individu yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Temuan ini berasal dari penelitian terkontrol yang menunjukkan bahwa konsumsi mangga setiap hari dapat memperbaiki respons insulin dan menjaga stabilitas berat badan, dibandingkan dengan camilan lain yang memiliki jumlah kalori setara.
Meski mengandung gula alami, mangga dalam jumlah moderat dan menjadi bagian dari pola makan seimbang diyakini mendukung kesehatan metabolik.
Penelitian terbaru yang dilakukan Fortis C-DOC Hospital bersama National Diabetes, Obesity, and Cholesterol Foundation (N-DOC), New Delhi, selama delapan pekan, menguji efek konsumsi mangga pada orang dewasa penderita diabetes tipe 2.
Sebanyak 250 gram mangga varietas Safeda atau Dasheri — setara satu buah berukuran kecil — diberikan setiap pagi saat sarapan. Kelompok pembanding mengonsumsi roti putih dengan porsi kalori setara.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di National Library of Medicine menunjukkan kelompok yang mengonsumsi mangga mengalami kontrol gula darah lebih baik, termasuk penurunan kadar gula darah puasa dan peningkatan sensitivitas insulin.
Penurunan signifikan juga terlihat pada kadar HbA1c, penanda penting pengelolaan gula darah jangka panjang. Nilai indeks glikemik mangga tercatat lebih rendah dibandingkan roti putih (70–75), menjadikannya pilihan lebih menguntungkan untuk mengontrol gula darah bila dikonsumsi dengan bijak.
Selain manfaat terhadap gula darah, konsumsi mangga secara teratur terkait dengan perbaikan pencernaan, penurunan kolesterol, kesehatan kulit dan rambut yang lebih baik, penguatan imunitas, serta berkurangnya stres oksidatif.
Kandungan serat tinggi, antioksidan kuat seperti mangiferin, serta vitamin dan mineral esensial pada mangga juga membantu mengatur tekanan darah, mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, serta menjaga keseimbangan bakteri usus.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa mangga bukan obat untuk diabetes. Indeks glikemik sedang dan kandungan gula alaminya tetap dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan. Disarankan untuk mengonsumsi mangga dalam porsi kecil, memadukannya dengan sumber protein atau lemak sehat, serta menghindari makan saat perut kosong guna memperlambat penyerapan gula.
Beberapa kiat praktis yang direkomendasikan antara lain membatasi porsi menjadi setengah cangkir mangga segar, memilih mangga segar ketimbang kering atau olahan, memadukannya dengan yoghurt atau kacang-kacangan, serta memantau respons gula darah bagi penderita diabetes.
Dengan konsumsi moderat, mangga dapat menjadi bagian dari pola makan bervariasi yang mendukung kesehatan tanpa memberikan dampak negatif signifikan pada kadar gula darah.[]














Comment