by

Maulinda Rawitra Pradanti, S.Pd* Prank, Perkara Dusta Yang Banyak Diminati

-Opini-16 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Dusta adalah salah satu perkara yang dilarang oleh Allah SWT. dan Rasulullah Muhammad SAW. Ada banyak Hadist yang menjelaskan ketidakbolehan dusta. Akan tetapi ada juga yang masih senang berkecimpung di dalam dusta. Bahkan di era milenial seperti saat ini, marak konten bercanda yang diistilahkan dengan nama “prank”.

Memang benar, jika dilihat sekilas tentang prank, ada hiburan bagi si pelaku prank, namun bagi si objek, bisa jadi ini adalah sesuatu yang sangat tidak disukainya. Apalagi jika prank tersebut membawa hal-hal yang menakutkan si objek. Akibatnya bukan hiburan yang didapat, namun justru bahaya yang akan diterima.

Salah satu peristiwa prank yang berujung maut ada di Kecamatan Temon, Kulon Progo. Ada beberapa remaja yang sedang asyik bermain di tepi underpass yang tergenang air hujan. Salah seorang rekannya ternyata sedang ulang tahun, ternyata ada rekannya yang memiliki ide untuk menceburkan rekan yang sedang ulang tahun ini ke dalam underpass tersebut. Niat hati ingin memberi kejutan akan tetapi malah berujung maut karena si objek tidak bisa berenang.

Bahkan baru-baru ini ada lagi seorang youtuber dengan akun Edo Putra Official yang membuat konten prank berkedok bagi-bagi daging qurban namun isinya sampah. Dirilis di kanal youtubenya tertanggal 31 Juli 2020. Seolah tak belajar dari kasus youtuber Ferdian Paleka yang membuat prank sampah dan berujung pidana, malah akun Edo ini dengan senang hati menjalankan kontennya. Sungguh miris nasib generasi saat ini yang dipenuhi dengan konten tak bermutu.

Dengan aksi prank-prank seperti ini, banyak pihak yang menyayangkan, namun apa boleh buat jika ternyata masih banyak diantara masyarakat justru senang melakukan perkara dusta ini. Maka bagi yang sudah memahami bahwa prank adalah salah satu bentuk dusta, maka segeralah membantu untuk menyadarkan kaum muslim yang lain agar terhindar dari murka Allah.

Adapun beberapa hadist yang menjelaskan ketidakbolehan dusta sebagai berikut, Dari Abû Mas’ud ra., ia berkata; Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya dusta itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka. Jika seseorang membiasakan diri dalam kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta. (Mutafaq ‘alaih).

Dari Abû Hurairah ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat dan Allah tidak akan mensucikan mereka dan memperhatikan mereka. Abû Mu’awiyah menambahkan, “Dia pun tidak akan melihat mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih: Orang tua yang berzina, penguasa yang suka berdusta, dan orang fakir yang sombong.” (HR. Muslim).

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya perkara yang paling dibuat-buat (dusta) adalah ia memperlihatkan kepada kedua matanya apa yang tidak ia lihat. (HR. al-Bukhâri).

Dari Hasan bin Ali ra., ia berkata; aku telah menghafal sebuah hadits dari Rasulullah saw.

Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu, dan ambilah perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya jujur itu akan menentramkan hati, dan dusta akan membimbangkan hati. (HR. Tirmidzi. Ia berkata, “Hasan shahih”).

Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: “Tidak ada perangai yang paling dibenci oleh Rasulullah saw. daripada dusta. Beliau tidak memperhatikan seseorang lebih besar daripada hal itu, sehingga dia mengeluarkan dari hatinya, sampai beliau pun mengetahui bahwa dia baru saja bertaubat. (HR. Ahmad, al-Bazzâr, Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya. Juga al-Hâkim dalam kitab Shahihnya, dan disetujui oleh adz-Dzahabi)”

Serta masih banyak hadist lainnya yang menjelaskan bahwa perkara dusta ini adalah perkara yang tidak disukai oleh Allah dan RasulNya. Dengan demikian, sejatinya kaum muslimin haruslah berhati-hati dalam berbicara, berjanji, bahkan ketika memegang amanah. Bahkan ketika bercanda pun, Rasulullah tidak pernah mencontohkan dusta.

Abu Hurairah ra. menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. “Wahai Rasulullah. Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?”, kemudian Rasulullah menjawab “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Abu Hurairah)

Adanya suri tauladan terbaik untuk manusia yakni Rasulullah Muhammad SAW., harusnya menjadikan kita lebih bertakwa kepada Allah dan selalu berusaha untuk menghindari perkara-perkara yang akan mendatangkan murka Allah.

Sikap berhati-hati dalam bertindak juga perlu dipelajari oleh seluruh kaum muslim agar tahu perkara mana yang boleh dan mana yang tidak boleh menurut syariat Allah. Janganlah latah untuk mengikuti sebuah tren yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pelajari dulu hukum yang berkaitan dengan tren tersebut.
Wallahu a’lam bish showab.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 5 =

Rekomendasi Berita