by

Maya Dhita E. P, ST*: Pembuktian Cinta Pada Ilahi di Tengah Pandemi

-Opini-14 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ramadan kali ini terasa sangat berbeda. Kegiatan ibadah spesial Ramadan seperti, salat tarawih, tadarus di masjid sudah tidak seperti biasanya. Bahkan, di beberapa daerah ditiadakan sama sekali. Anjuran melakukan ibadah salat tarawih dan salat wajib berjamaah di rumah dipatuhi sebagian besar warga karena khawatir akan semakin menyebarnya virus Covid-19 ini.

Kegiatan warga yang identik dengan keramaian di bulan Ramadan juga berkurang. Misalnya, pasar takjil, pasar tumpah, ngabuburit dan buka puasa bersama pun tidak terdengar meriahnya. Tidak ada lagi aktivitas kumpul-kumpul bersama. Wabah virus Covid-19 yang sedang dialami negeri ini belum juga mereda.

Rasulullah saw. menyebut wabah sebagai azab bagi umat terdahulu (Bani Israil) dan kini menjadi rahmat bagi orang yang beriman karena kesabaran atas ketentuan Allah serta menahan diri di daerah masing-masing.

عن عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم أنها أخبرتنا أنها سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الطاعون فأخبرها نبي الله صلى الله عليه وسلم أنه كان عذابا يبعثه الله على من يشاء فجعله الله رحمة للمؤمنين فليس من عبد يقع الطاعون فيمكث في بلده صابرا يعلم أنه لن يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر الشهيد

Artinya, “Dari Siti Aisyah ra., ia mengabarkan kepada kami bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw. perihal tha‘un, lalu Rasulullah saw. memberitahukanya, ‘Zaman dulu tha’un adalah siksa yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seorang hamba yang sedang tertimpa tha’un, kemudian menahan diri di negerinya dengan bersabar seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,” (HR. Bukhari)

Sejatinya suatu wabah yang ditimpakan pada suatu kaum merupakan teguran dari Allah. Banyaknya kemaksiatan dan kesombongan manusia akibat lalai dari tujuan penciptaannya di dunia.
Allah memberikan peringatan melalui makhluk kecil tak kasat mata yang mampu menaklukkan kesombongan negara adidaya seperti Amerika dan Cina. Virus Covid-19 telah membuat hampir seluruh dunia merasakan ketakutan dan kekhawatiran yang luar biasa. Tingginya angka kematian akibat virus ini, begitu cepat dan mudahnya penularan, dan lambatnya pemulihan hingga membahayakan orang lain akibat penularannya.

Ramadan yang penuh ampunan ini sesungguhnya adalah momen yang tepat bagi kita lebih mendekatkan diri kepada zat pencipta hidup. Merayu, memohon ampunan atas segala keangkuhan diri, kebodohan akal, kemaksiatan akibat tidak terkendalinya hawa nafsu, dan lebih mementingkan perhiasan duniawi daripada kehidupan akhirat.

Allah berfirman :

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ/ التوبة [٩]: ٢٤.

Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak. saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. at-Taubah [9]: 24)

Seharusnya di bulan Ramadan ini kita mampu menunjukkan cinta kita kepada Allah. Cinta yang paling tinggi dan tanpa tandingan. Cinta kepada Allah dan Rasulullah sebagai pemberi petunjuk jalan yang lurus. Cinta yang berujung pada totalitas penghambaan makhluk kepada penciptanya. Melakukan semua yang Allah perintahkan dan menjauhi semua larangannya berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Menerapkan syariat Islam secara menyeluruh.

Menjadikannya pedoman hidup dan sumber dari segala sumber hukum. Hingga akhirnya Allah memberikan kenikmatan berupa ampunan dan rahmat bagi seluruh alam, menjawab doa-doa kita dengan mengangkat wabah virus Covid-19, dan menghilangkannya dari seluruh negeri.Wallaahu a’lam bishshawaab.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =

Rekomendasi Berita