by

Melihat Bencana Dari Sudut Pandang Ilmiah Dan Agama

-Opini-32 views

 

 

 

Oleh: Dr.Muliansyah Abdurrahman, S.Sos.,M.Si, Entrepreneur dan Pegiat Politik Lokal-Demokrasi Indonesia

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Bencana demi bencana kembali menerpa Indonesia. Belakangan dan ramai menjadi konsumsi berita adalah musibah kapal Nanggala 402 yang menewaskan para pembela negara.

Keluarga mereka berduka, kita berduka, mereka sedih kita juga bersedih, kita semua berduka dan bersedih dengan duka dan bencana yang menimpa Indonesia.

Dunia semakin tua namun manusia tanpa sadar hanya menjadi hiasan dalam episode kehidupannya.

Semua ini adalah sekenario Tuhan pecipta alam semesta, Dialah yang Mahakuasa. Namun kita membaca rangkaian peristiwa satu ke peristiwa lainnya begitu hampa.

Bangsa Indonesia harus melihat dan membaca semua rangkaian peristiwa sebagai etape kehidupan dengan lebih arif dan bijaksana.

Bicara Indonesia bukan hal baru, namun mengaitkannya dengan aspek kemanusiaan dan peristiwa alam merupakan hal baru bagi saya pribadi yang berlatar ilmu politik.

Akhir – akhir ini Indonesia mengalami ujian dengan bencana dan peristiwa duka lain yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Satu tahun lebih virus corona melanda disusul jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di awal tahun 2021 dilanjut hempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, kemudian banjir bandang di NTT dan  hancur leburnya kapal selam KRI Nanggala 402 di laut Indonesia. Indonesia berduka, Indonesia menangis.

Adakah argumentasi yang mampu menguji peristiwa – peristiwa yang terjadi Ini?

Banyaknya korban dan kematian covid 19, kita mengatakan sebagai konspirasi internasional. Jatuhnya pesawat Sriwijaya kita katakan karena sudah tua. Banjir bandang menimpa kita katakan karena naiknya air laut Australia dan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 karena tembakan rudal.

Kita boleh boleh saja membaca persoalan dan peristiwa sosial politik dari berbagai aspek tapi dalam peristiwa alam tidak demikian. Ini merupakan misteri kehiidupan yang tidak bisa dibaca oleh akal manusia yang terbatas dalam konteks rasional.

Aspek ilmu pengetahuan dapat menelusuri usai sebuah peristiwa terjadi namun kehancuran alam oleh tangan tangan manusia harus dilihat juga dari aspek keilahiaan yang irrasional.

Ilmu pengetahuan menjawab sebuah peristiwa yang terjadi dengan dasar kronologisnya sementara peristiwa alam harus dilihat pula dari sudut pandang agama, sudut ilahiyah bahwa semua itu datang dari Tuhan sang Pencipta.

Peristiwa Alam Indonesia dari  Perspektif Global

Perspektif ini menarik karena alam Indonesia merupakan bagian dari alam global. Lalu dapatkah kajian dan perspektif global menelusuri peristiwa peristiwa yang terjadi di alam Indonesia?

Menurut hemat saya sebagai penulis, semua ini tentu saja tidak lepas akibat efek global.

Peristiwa alam sekalipun, menururt hemat penulis karena permainan – permainan dunia.

Pandemi dan wabah covid 19 mungkin saja merupakan bagian skenario global dan permainan bisnis para konglomerat dan wacana bumi mengurangi kepadatan manusia di muka bumi (birth control).

Wacana kemanusiaan menjadi alasan terhadap setiap peristiwa alam yang terjadi.

Sudahkah ada yang mampu menjawab bahwa peristiwa alam Indonesia terjadi tanpa pengaruh alam global?

Saya mencoba mengurai peristiwa – peristiwa yang terjadi di Indonesia Dan memiliki keterkaitan dengan peristiwa – peristiwa global untuk mencari titik temu di antara keduanya.

Sejauh ini penulis belum melihat ilmuan Indonesia berada pada ruang – ruang ilmu pengetahuan dan teknologi –  bagaimana menghadirkan dirinya sebagai bagian dari peristiwa yang terjadi.

Adakah ilmuan yang berfikir bahwa peristiwa alam yang terjadi di Indonesia karena peristiwa alam secara global? Penulis harapkan para ilmuan Indonesia mencari tahu keterkaitan dan pengaruh global terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi di Indonesia.

Inti tulisan ini adalah sebuah harapan terhadap realita pemikir Indonesia agar hadir dan mampu menjawab semua peristiwa yang terjadi di Indonesia belakangan ini agar negara kita memiliki kekuatan dari aspek ilmu pengetahuan dan menghindari ancaman global.

Indonesia, Negara BerTuhan

Lazimnya manusia mengingat Allah saat tertimpa musibah. Allah hanya menjadi bagian dari simbol kehidupan belaka. Manusia lupa bahwa alam ini diciptakan oleh Allah Yang Mahapencipta.

Allah SWT sudah sering mengingatkan agar manusia menjaga dan memelihara alam. Sungguh Allah yang Mahapencipta telah mengingatkan bahwa rusaknya alam disebakan oleh ulah dan tangan manusia. Ini sebuah narasi tegas dengan makna yang sangat luas dalam konteks kehodupan.

Semua karunia Allah SWT harus dan wajib dijaga dan dipelihara baik sesama, lingkungan dan juga bumi Indonesia.

Indonesia sebagai negara berketuhanan dengan masyarakat yang memiliki keyakinan kepada Allah yang maha Esa dan menganut nilai nilai agama yang sangat kuat.

Dengan keyakinan terhadap nilai nilai agama itulah bangsa ini mampu menjawab musibah dan bencana yang terjadi secara bijak. Agama hadir sebagai solusi dan jawaban.

Sebagai sebuah kesimpulan tulisan ini, kita yakin bahwa peristiwa – peristiwa yang terjadi belakangan ini patut menjadi evaluasi kita semua untuk menjaga alam dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.[]

Comment

Rekomendasi Berita