Oleh : Rantika Nur Asyifa, Guru
________
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — 17 Agutus adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia di mana Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaannya dengan penuh semangat juang tinggi, mengabdikan diri untuk negeri. Lalu, detik dan hari ini, sudahkah manisnya merdeka itu rakyat rasakan ?.
Sejak dahulu Bung Karno memiliki cita-cita, rakyat mendapatkan keadilan tanpa memandang agama, kasta, suku bangsa. Sudahkah cita-cita itu terwujudkan saat ini? Melihat begitu miris kondisi negeri saat ini.
Sudah banyak para pejabat negara yang melakukan korupsi dari skala kecil hingga skala besar dengan jumlah yang sangat fantastik.
Hingga saat ini belum ada sanksi yang membuat jera para koruptor. Semakin hari semakin bermunculan koruptor baru dengan jumlah uang rakyat yang diambil milyaran hingan triliunan rupiah. Salah satunya adalah koruptor Apeng alias Surya Darmadi.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyebutkan pemilik PT Darmex Group/Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, tiba di Indonesia pukul 13.20 WIB, Senin (15/8/2022). Buronan kasus korupsi Rp 78 triliun itu mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
“Surya Darmadi dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang pada pukul 13:20 WIB,” kata Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh, dalam keterangannya, sebagaimana diberitakan tribunnews.com, Senin (15/8/2022).
Diketahui, Surya Darmadi berstatus tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam dua perkara terpisah.
Selain maraknya kasus korupsi, utang negara juga semakin hari semakin menggunung. Bertambahnya utang memperburuk kondisi negara saat ini.
Dilansir dari Kompas.com, utang Indonesia hingga akhir Juli 2022 membengkak dari bulan sebelumnya. Posisi utang hingga 31 Juli 2022 mencapai Rp 7.163,12 triliun setara 37,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Besaran utang Indonesia di akhir Juli ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang berada di angka Rp 7.123,62 triliun.
Kendati demikian, Kementerian Keuangan memastikan pemerintah terus menjaga rasio utang agar tetap aman. Hal ini terlihat pada semakin menurunnya rasio utang terhadap PDB yang jauh menurun dibandingkan Juni lalu yang di angka 39,61 persen sementara bulan ini mencapai 37,91 persen.
“Rasio utang terhadap PDB dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal,” tulis Kementerian Keuangan dalam buku APBN KiTa edisi Agustus 2022 seperti dikutip tribunews.com Senin (15/8/2022).
Masih banyak lagi peristiwa yang menjelaskan bahwa negara saat ini belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan. Sistem pendidikan, begitu membutuhkan perhatian pemerintah. Kondisi kelas, jarak siswa ke sekolah, dan jalan menuju ke sekolah yang banyak rintangan menghadang. Semua perlu kerja sama seluruh elemen masyarakat terutama perhatian pemerintah.
Sistem ekonomi, harga bahan-bahan pokok melambung tinggi, membuat para ibu terbebani. Listrik, BBM, dan gas LPG juga naik, hingga rakyat semakin tercekik. Rakyat tidak bisa terus-menerus menerima semua yang terjadi saat ini. Jika daya beli rakyat semakin menurun maka akan membuat krisis ekonomi semakin nyata.
Sudah saatnya kembali mengambil peraturan yang berasal dari Islam. Karena Islam menjamin sandang, pangan, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Negara wajib menjaga harga, kualitas dan kuantitas bahan-bahan pokok.
Islam juga menetapkan bahwa pertambangan adalah milik umum yang harus dikelola langsung oleh negara dan semua hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat.
Negara juga harus lebih tegas dalam menentukan harta milik pribadi dan milik umum yang dikelola oleh negara. Agar tidak disalahgunakan oleh oknum atau pemodal swasta yang mengambil keuntungan sebesar-besarnya dan hanya menyisakan sedikit untuk negara.Walahu a’lam bisshawab.[]









Comment