by

Mencari Kebahagiaan, Belajar Dari Seekor Burung

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ada seekor burung yang hidup di padang pasir dalam kondisi sakit. Burung tersebut tidak memiliki bulu, tidak ada makan dan minum, juga tidak ada tempat tinggal.

Suatu hari seekor burung merpati terbang dan melintas.  Burung yang sedang sakit dan tidak bahagia itu menghentikannya dan bertanya, “Mau pergi kemana?”  Merpati itu menjawab, “Aku akan pergi ke Surga”.

Maka Burung yang sakit itu berkata, “Tolong cari tahu, kapan penderitaanku akan berakhir?”. Burung Merpati itu berkata, “Tentu, aku akan melakukannya.” Dengan mengucapkan selamat tinggal kepada burung yang sakit, merpati melanjutkan perjalanannya ke Surga dan membagikan pesan burung yang sakit itu kepada Malaikat di Pintu Surga.

Malaikat itu berkata, “Selama tujuh tahun ke depan hidup burung tersebut harus menderita seperti itu, tidak ada kebahagiaan sampai saat itu.”

Merpati berkata, “Ketika burung yang sakit mendengar ini, dia pasti berkecil hati. Bisakah Anda menyarankan solusi apa pun untuk ini.”

Malaikat menjawab, “Katakan padanya untuk selalu membaca doa ini, “Alhamdulillah Ala Kulli Haal”

Merpati itu bertemu dengan burung yang sakit dan menyampaikan pesan Malaikat itu kepadanya.

Setelah tujuh hari, Merpati itu lewat lagi dan melihat burung yang sakit itu sangat senang. Bulunya tumbuh, tanaman kecil tumbuh di daerah gurun, kolam kecil air juga ada di sana. Burung itu bernyanyi dan menari riang.

Merpati itu tercengang. Malaikat telah mengatakan bahwa tidak akan ada kebahagiaan bagi burung itu selama tujuh tahun ke depan.

Melihat keadaan ini, Merpati pergi mengunjungi Malaikat di Gerbang Surga dan mengajukan pertanyaan kepada Malaikat.

Sang Malaikat menjawab, “Ya memang benar tidak ada kebahagiaan untuk burung itu selama tujuh tahun, tetapi karena Burung itu selalu mengucapkan kalimat “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL”  dalam setiap situasi maka hidupnya berubah.

Ketika burung itu jatuh di atas pasir panas dia berkata, “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL”.

Ketika tidak bisa terbang dia berkata, “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL.”

Ketika haus dan tidak ada air di sekitar, dia berkata, “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL”

Apapun situasinya, burung itu terus mengulang, “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL” dan karena itu tujuh tahun dihapuskan dalam tujuh hari.

Ketika saya mendengar cerita ini, saya merasakan perubahan besar dalam cara saya merasa, berpikir, menerima dan melihat kehidupan.

Saya mengadopsi kalimat ini dalam hidup saya. Apa pun situasi yang saya hadapi, saya mulai mengucapkan,  “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL”

Ini membantu saya mengubah pandangan saya dari apa yang saya tidak punyai, apa yang saya miliki dalam hidup saya.

Jika sakit kepala, saya ucapkan “ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL” *TERIMA KASIH* atas tubuh saya yang lain yang baik baik saja, yang sehat.

Saya perhatikan bahwa sakit kepala itu tidak mengganggu saya sama sekali.

Dengan cara yang sama saya mulai gunakan kalimat ini dalam hubungan saya (baik keluarga, teman, tetangga, kolega) keuangan, kehidupan sosial, bisnis dan semua hal yang dapat saya ceritakan.

Saya berbagi cerita ini dengan semua orang yang saya hubungi dan itu membawa perubahan besar dalam perilaku mereka juga.

Kalimat sederhana ini sungguh memiliki dampak yang mendalam pada hidup saya. Saya mulai merasakan betapa beruntung dan bahagianya saya, betapa hidup adalah baik.

Mari kita ulangi kalimat ini secara terus menerus untuk mengalami pergeseran dalam hidup kita.

Jadi bersyukurlah dalam segala hal dan lihatlah perubahan mulai terjadi dalam diri Kita. Ada keajaiban di balik rasa syukur. ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAAL[]

Foto: alamtani

Diambil dan disadur dari Grup Whatsapp

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =

Rekomendasi Berita