by

Mengaharap Kesejahteraan Dari Investor Asing, Mungkinkah?

-Opini-33 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – PT Qinfa Mining Industri akan menambang Batubara diwilayah Kotabaru, pembicaraan ini terjadi meski sedang masa pandemi wabah Covid19. lima titik tambang batubara yang akan dikelola dengan hasil 10 juta ton/tahun/titik tambang” papar Dherly Shi selaku Presiden Divisi Investasi. Artinya ada 50 juta ton yang akan mereka keruk dalam setahunnya.

Tambang seluas 5.728 hektar yang terletak di Kelumpang Selatan, Kelumpang Barat dan Pamukan. Tambang ini akan beroprasi sekitar 10 bulan kedepan (Banjarmasin post.com 8/5/2020).

Pemerintah Kabupaten Kotabaru siap menerima investor asing ini. Hal ini dipaparkan oleh sekertaris daerah Kabupaten Kotabaru Said Ahmad pada Duta TV (8/5/2020) “semua yang berinvestor di Kotabaru harus mengambil pekerja lokal sebanyak 50% meskipun royalty ini nantinya masuk ke pusat tapi mereka berkomitmen memberi bantuan hibah untuk infrastuktur kabupaten Kotabaru”.

Adanya investor asing tanpaknya menjadi solusi dari kelesuan ekonomi hari ini. Diharapkan dengan adanya investor yang masuk ke daerah akan mampu menyerap tenaga kerja hingga angka pengangguran menurun dan memperbaiki infrastuktur yang ada didaerah. janji lapangan pekerjaan dan infratruktur tampaknya sangat mengiurkan hingga ditengah wabah covid19 sempat bernegosiasi dengan perusahaan asing.

Jika diperhatikan daerah tak mendapat keuntungan apapun kecuali janji yang bisa saja kelak akan diingkari. Justru ancaman kerusakan lahan yang amat besar akan dihadapi daerah secara pasti. Dampak kerusakan lahan bekas tambang akan dirasakan masyrakat seperti wilayah tambang lainnya. Sedangkan keuntungan berupa kesejahteran dengan terbukanya lapangan dan peningkatan infrastruktur belum tentu betul betul dirasakan masyarakat kedepannya.

Kesejahteraan masyarakat adalah salah satu tujuan bangsa ini. Namun dengan sistem kapitalisme yang lebih mementingkan investor, agaknya kesejahteraan rakyak jauh pangang dari api.

Penyerahan tambang pada investor sama saja dengan memberikan keuntungan bagi mereka dan hanya sepersekian persen untuk rakyat dan pemerintah daerah. Rakyak tetap akan mejadi buruh dirumah sendiri dengan gaji yang tidak sebanding dengan kerusakan lahan mereka.

Hal ini berbeda dengan islam saat mengelola sumber daya alam (SDA) termasuk Batubara. Islam tidak mengiiznkan SDA dikelola oleh individu apalagi investor asing karena SDA merupakan harta kepemilikan umum. SDA akan dikelola oleh Negara dan keuntungannya sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Pengelolaan inipun tidak boleh dijadikan lahan bisnis bangi penguasa, hingga kebermanfaatannya bentul betul dirasakan oleh mayarakat. Jika hal ini sepenuhnya dikelola oleh Negara dan pekerjanya adalah warga Negara maka bukan hanya membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat tapi akan mampu membangun infrastruktur yang baik yang akan digunakan oleh mayarakat.

Di sisi lain, Negara harus betul betul mempertimbangkan dan meminimalisir efek kerusakan lingkungan setelah penambangan. Hingga cita cita mensejahterakan masyarakat dan memiliki infrastruktur yang baik bukan lagi mimpi.[]

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − seven =

Rekomendasi Berita