by

Mengubah Insecure Menjadi Sikap Positif

-Opini-121 views

 

 

Oleh : Rega Armella, M. Pd, Dosen

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Tentu kita sudah sering mendengar istilah insecure, apalagi di era “millennial” dengan segala kecanggihan informasi dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.

Teori mengenai insecure sudah banyak dikupas oleh para ahli baik dari segi psikologi hingga ahli kesehatan.

Insecure merupakan lawan kata secure (dalam bahasa inggris yang berarti aman) di mana insecure adalah suatu kondisi/perasaan tidak aman, tidak percaya diri, menganggap bahwa lingkungan sosial merupakan tempat yang tidak nyaman dan sebuah ancaman bagi seseorang yang mengalaminya.

Insecure meliputi merasa cemas, gugup yang memenuhi pikiran dan psikis seseorang sehingga menyebabkan suatu kondisi penolakan terhadap dunia luar selain dirinya sendiri.

Namun, tidak semua perasaan insecure itu negatif dan harus dibuang dari dalam diri kita. Rasa insecure juga bisa berubah menjadi positif bagi diri kita, tergantung bagaimana kita men-treatment insecure tersebut.

Kita bisa merubah perasaan insecure menjadi sesuatu yang kita butuhkan dengan cara selalu mengevaluasi diri, mecari tahu kelemahan diri dan berusaha memperbaikinya agar menjadi lebih baik lagi. Misalnya bila kita insecure terhadap pencapaian/prestasi yang diraih oleh teman, kemudian mejadikannya sebagai motivasi yang mendorong kita melakukan hal yang sama, maka insecure seperti ini yang seharusnya selalu kita jaga pada diri kita.

Sebaliknya apabila insecure yang kita rasankan mengarah pada hal-hal negatif seperti sakit hati akan pencapaian orang lain, menganggap diri tidak berharga, selalu merasa kurang, dan berbagai perasaan negatif lainnya maka insecure seperti ini harus kita buang jauh-jauh dari dalam diri.

Perasaan insecure negatif ini, apabila tidak segera di-treatment maka akan berdampak pada gangguan psikologis/mental seseorang yang menyebabkan depresi, frustasi maupun stress.

Apa yang menyebabkan seseorang merasa insecure? Tentu banyak factor yang melatar belakangi seseorang mengalami rasa insecure pada dirinya. Beberapa penyebabnya antara lain trauma masa lalu (contoh bulliying yang sering dialami, baik secara fisik maupun verbal yang membekas pada diri seseorang sehingga menyebabkan memori mengenai bulliying membekas dan membuat ketidakpercayaan diri muncul).

Kemudian standar kebahagiaan yang dibentuk oleh persepsi diri akan berpengaruh pada self-esteem/harga diri, selain itu beauty standard, intellegences standard, success standard yang dibentuk oleh masyarakat/kebudayaan tertentu/social media akan berpengaruh pada kepercayaan diri seseorang.

Apabila standar-standar tentang kecantikan, kecerdasan, prestasi, kesuksesan dan standar-standar lainnya yang diciptakan oleh persepsi masyarakat tersebut tidak tercapai, maka akan membuat diri kita menjadi pesimis dan menganggap bahwa kita tidak berharga, tidak ada seseuatu yang bisa dibanggakan.

Bagaimana cara mengatasi insecure ?
Ada beberapa tips dan trik agar kita tidak merasa insecure, yaitu pilihlah lingkungan yang positif, bijak memilih teman dan bersosial media, make your own beauty, intellegence and success standard, sebab sejatinya kebahagiaan tentang diri sendiri tidak memerlukan pengakuan dari orang lain.

Selain itu, berinteraksi secara intensif dengan keluarga dan sahabat yang mendukung (menerima kita apa adanya), perbanyak bersyukur dengan segala yang diberikan Tuhan pada diri, perbanyak bersosialisasi dengan orang lain agar terbuka pikiran dan pengalaman (mengikuti seminar, workshop, membaca artikel, mendengar cerita dan pengalaman orang yang dapat dijadikan pelajaran).[]

Comment

Rekomendasi Berita