by

Menulis, Agungkan Nama Allah dan Besarkan Islam

 

RADARINDONESIANEWS.COM, BATAM –Aktivis Muslimah dan penulis di berbagai media, L. Nur Salamah, S.Pd. menerangkan bahwa tujuan utama menulis adalah untuk mengagungkan nama Allah SWT (wa rabbaka fakabbir) dan membesarkan nama Islam.

Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber dalam acara bertajuk Menulis Adalah Kebahagiaan, Kiat Sukses Penulisan Karya yang diselenggarakan oleh Event Kreartif, Jumat (18/3/2022).

“Dakwah ada dua cara, pertama dengan lisan dan kedua dengan tulisan. Maka menulislah untuk mengagungkan nama Allah SWT dan membesarkan Islam. Melalui tulisan kita mampu menjaring pahala asalkan memiliki niat yang lurus karena Allah SWT dan tujuan yang benar yakni melanjutkan kehidupan Islam,” tegasnya dalam Webinar Kepenulisan bersama Media Radar Indonesia News, Jum’at (18/03/2022) via zoom.

Setiap orang, lanjutnya, ingin bahagia. Maka untuk mendapatkan kebahagiaan  perlu adanya usaha dan perjuangan. Sebagian orang ada yang merasa bahagia jika ia menghabiskan waktu untuk rekreasi ke pantai, memasak, membaca hingga menulis.

“Jangan mencari banyak alasan ketika ingin memulai menulis. Tidak perlu merasa berat sehingga berujung menjadi beban, kemudian merasa paling sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menulis, atau merasa tidak punya ide, semua itu karena tidak diisi dengan ilmu. Maka berlatihlah dengan memulai membaca banyak tulisan,” katanya.

Menurutnya, alasan-alasan klasik seperti itu haruslah ditepis. Ketidakmampuan bisa diubah dengan cara belajar dan meluangkan waktu untuk menulis.

“Dalam sehari Allah memberikan jatah waktu yang sama untuk seluruh manusia. Sehari ada 24 jam. Namun ada sebagian manusia yang produktif dengan amal dan karya, ada juga yang lalai. Tentunya untuk memulai menulis diperlukan meluangkan waktu dan bukan menunggu waktu luang,” tuturnya.

Ia menambahkan, kesibukan manusia  hari ini tidak sebanding dengan kesibukan para ulama terdahulu. Ulama terdahulu menyempatkan waktu untuk menulis di malam hari. Tidur dengan cepat dan bangun di tengah malam untuk menulis berbagai kitab. Walau pun di tengah kesibukan membina umat bahkan ada yang menulis ketika di dalam sel penjara. Semua demi tujuan mencerdaskan umat dengan Islam.

“Seperti Imam Syafii dengan banyak karyanya salah satunya Kitab ar-Risalah, begitu pun dengan Imam An-Nawawi dengan Hadist Arbain. Kemudian ada Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani dengan kitab-kitabnya yang membakar semangat mendakwahkan Islam seperti Nidham al-Islam, Nidham al-Iqtisadi fi al-Islam Nidham al-Ijtima’i fi al-Islam, Takattul al-Hizbi, Mahafim, Dawlah al-Islamiyyah dan masih banyak lainnya. Begitu pun dengan perawi hadits seperti Imam Muslim, Imam Bukhari dan masih banyak ulama hebat lainnya, ” bebernya.

Selanjutnya, dalam mengatur waktu juga harus bijak memprioritaskan kewajiban utama dengan kegiatan menulis. Ibu rumah tangga, jika ingin menulis maka harus mampu mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Pastikan kondisi rumah sudah bersih dan rapi, suami dan anak-anak sudah dipersiapkan segala keperluannya. Pahala mengurus rumah tangga, Allah janjikan seperti jihad di medan perang. Maka bijaklah dalam menentukan skala prioritas.

“Ada beberapa tips menulis sampai menghasilkan karya, di antaranya mampu mengatur skala prioritas (fiqih awlawiat) meluangkan waktu bukan menunggu waktu luang, jangan menunggu mahir, mengasah sensitivitas, jangan mudah baper (anti kritik), dan yang terpenting adalah luruskan niat dan tujuan karena Allah,” tuturnya.

Di akhir webinar, ia menegaskan bahwa menulis bisa menjadi amal jariyah sekaligus kebahagiaan.

“Jika yang kita tulis adalah sebuah kebaikan yang mampu mencerdaskan umat dengan pemahaman Islam, tentu hal itu menjadi sebuah kebahagiaan.” pungkasnya. [Reni Adelina]

Comment

Rekomendasi Berita