Penulis: Dr. Shamsi Ali, LC, M.A, PhD | Direktur Jamaica Muslim Center / Presiden Nusantara Foundation
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Saat bulan Ramadan semakin dekat, umat Islam di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk menjalani masa puasa, refleksi spiritual, dan pertumbuhan iman. Al-Qur’an mengingatkan kita, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat keimanan, memohon ampunan, serta menumbuhkan hubungan yang lebih dalam dengan Allah SWT.
Sebelum Ramadan Tiba
Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan Ramadan.” (HR. Tirmidzi).
Hadits ini mengingatkan kita bahwa persiapan menyambut Ramadan adalah hal yang sangat penting.
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan di bulan Sya’ban sebagai bagian dari persiapan tersebut:
Melaksanakan puasa sunnah. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai persiapan menyambut Ramadan (HR. Bukhari dan Muslim).
Bertaubat kepada Allah. Mensucikan hati (tazkiyah) dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Mulai membaca Al-Qur’an. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan tilawah dan pemahaman.
Melatih diri untuk bersedekah.
Membiasakan hati untuk memberi dan membantu sesama.
Memperkuat silaturahmi. Mengokohkan hubungan keluarga serta saling memaafkan.
Keutamaan Bulan Ramadan
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan berbagai keberkahan. Ia merupakan bulan barakah (keberkahan), rahmah (kasih sayang), dan maghfirah (ampunan).
Pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Lebih dari itu, Ramadan adalah bulan penghambaan dan kedekatan yang intim dengan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 186.
Agar Ramadan dapat dimanfaatkan secara optimal, berikut beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan:
Persiapan mindset. Memahami tujuan hakiki dari ibadah.
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Ibadah mencakup seluruh aspek kehidupan.
Persiapan spiritual (Tazkiyatun Nafs). Fokus pada penyucian hati sebagai pusat kehidupan dan ibadah. “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya” (HR. Bukhari).
Persiapan ilmu (Al-‘Ilm). Mempelajari hukum dan prinsip puasa serta ibadah lainnya, dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada seperti ulama, halaqah, maupun media daring (artikel, YouTube, dan sebagainya).
Tujuan Puasa
Agar puasa berjalan efektif dan berhasil, kita perlu tetap fokus pada tujuan utamanya. Dua tujuan utama puasa adalah:
Meraih pahala dan surga (Jannah). Puasa dijalankan untuk mendapatkan keberkahan, pahala dari Allah SWT, dan masuk ke dalam surga-Nya.
Transformasi hidup melalui takwa. Puasa seharusnya mengubah kehidupan kita menjadi lebih bertakwa, baik secara vertikal (hubungan dengan Allah) maupun horizontal (hubungan dengan sesama).
Takwa sebagai tujuan utama puasa (la‘allakum tattaqun) mencakup kesalehan vertikal dan horizontal. Ia harus berdampak pada tiga aspek kehidupan:
Iman, dengan memperkuat keimanan;
Ibadah, dengan meningkatkan kedekatan kepada Allah;
Akhlak, dengan membentuk karakter dan perilaku mulia.
Saya berdoa semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT dan membawa perubahan hidup yang lebih baik, penuh dengan keberkahan.[]









Comment