by

Miss Queen, Mengundang Murka Allah

-Opini-16 views

 

 

 

Oleh: Dedek Arnisah, Mahasiswi

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Penyelenggaraan ajang Miss Queen di Indonesia sejak lama menuai Pro dan Kontra. Tidak sedikit dari masyarakat yang masih awam terhadap ajang yang satu ini. Ajang ini sendiri merupakan ajang kecantikan yang dikhususkan bagi para transgender. Padahal secara negara, transgender tidak diakui. Namun demikian, ajang ini masih saja diselenggarakan hingga saat ini.

Dilansir dari Terkini.id,  Millen Cyrus terpilih menjadi Miss Queen Indonesia 2021. Miss Queen Indonesia 2021 merupakan kontes kecantikan bagi para transgender yang diselenggarakan di Bali. Terpilihnya Millen Cyrus, ia kemudian berhak ikut Miss Internasional Queen 2021 di Thailand.

Hal ini membuktikan bahwa kampanye LGBT semakin bebas terjadi dengan menyuarakan HAM sebagai pembelaan diri. Suksesnya penyelenggaraan Miss Queen membuktikan bahwa masyarakat semakin toleran terhadap penyimpangan ini.

Hal tersebut dapat dilihat dari dukungan warganet terhadap sang juara yang menurut mereka layak tampil pada tingkat global.

Seharusnya negara tidak membiarkan begitu saja. Seolah-olah memberikan ruang gerak bagi mereka untuk terus eksis mengembangkan komunitasnya. Negara harus tegas terhadap penyakit sosial yang dapat merusak tatanan kehidupan.

Inilah akibat lemahnya peraturan yang diambil dari aturan buatan manusia. Lemahnya peran negara dalam menangkal penyakit sosial ini mengakibatkan komunitasnya terus berkembang.

Tidakkah kita mengambil pelajaran dari kisah kaum Nabi Luth, yaitu kaum sodom yang dibinasakan Allah Swt bersama kemaksiatan mereka? Allah Swt berfirman:

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS. Al-Hijr : 73-74)
“Dan Kami turunkan kepada mereka hujan [batu]; maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS. Al A’raf : 84)

“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar.” (QS. Hud : 82)

Begitu keras ancaman bagi pelaku kemaksiatan ini. Sudah saatnya kita harus meninggalkan sistem Kapitalis ini yang nyata-nyatanya menjauhkan nilai-nilai Islam didalam kehidupan. Sehingga umat tersesat dalam kemaksiatan.

Berbeda dengan negara Islam. Sistem pemerintahan Islam akan berperan penuh dalam mengurusi rakyatnya. Rasulullah Saw bersabda: “Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. Bukhari)

Rakyat adalah amanah bagi pemimpin negara dan pemimpin wajib memelihara setiap individu agar jauh dari penyimpangan yang berbahaya. Maka butuh aturan yang mampu memanusiakan manusia, yaitu aturan dari Allah Swt.

Sudah saatnya kita mengubur dalam-dalam berbagai kemaksiatan dengan menerapkan syariat didalam kehidupan, agar negara aman dan tentram dari ancaman yang Allah Swt sampaikan.[]

Comment

Rekomendasi Berita