by

Muallaf Australia: Soal Islam, kami lebih Percaya Alquran Daripada Pemberitaan Media Massa

Muslimah Australia.

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sebuah program televisi menampilkan wajah-wajah mualaf Australia. Ini
merupakan satu cara menjembatani kesepahaman antara umat Islam dan warga
Australia.



Di luar itu, acara ini sekaligus memperkenalkan mualaf kepada umat Islam yang mungkin tidak tahu keberadaan mereka.



Sarah, keturunan Aborigin Australia mengaku telah mendapatkan kedamaian hidup usai menjadi Muslim. “Saya
bangga menjadi Muslim Aborigin Australia. Saya belum pernah merasakan
ketenangan yang luar biasa, saat shalat dan berdoa. Ini yang tidak
pernah saya rasakan sebelum menjadi Muslim,”
kata dia.




Sarah mengaku kerap mendengar soal Islam yang lebih
identik dengan kekerasan. Namun, Sarah lebih percaya dengan apa yang
dikatakan Al-quran tentang Islam dan Muslim. “Tidak ada di sana menyiksa orang lain, konflik, dan peperangan,” kata dia.




Sarah pun berpesan kepada warga Australia agar menghargai keberagaman dan tidak perlu takut dengan perbedaan.
“Saya juga seorang Australia. Darah saya merah, saya punya rambut.
Namun, ada cara dimana saya memiliki panduan untuk menjalani hidup. Saya
berhijab,”
kata dia.



Sebelum menjadi Muslim, Sarah yang kini berhijab mengungkap butuh waktu
lama baginya untuk menemukan kebenaran Islam. Ia baca buku, laman
tentang Islam dan Muslim, dan sumber-sumber lainnya.



Lukas, salah seorang mualaf lainnya, mengaku pemberitaan media tentang Islam dan Muslim tidaklah benar. “Saya tahu Islam itu benar. Itulah yang memberikan saya rasa damai,” kata dia.


Produser program tersebut, Patrick Abboud mengatakan, hadirnya program
ini didorong oleh keinginan menunjukkan warga Australia yang memilih
menjadi Muslim. “Banyak dari mereka tidak pernah dibicarakan. Mereka juga warga Australia, sama-sama menyukai pantai,” kata dia.



Presiden Asosiasi Mualaf Australia, Said Kanawati mengatakan jumlah
warga Australia yang memeluk Islam mencapai 3-4 orang per pekan. “Dengan
situasi saat ini, kita dan Anda (mualaf)  akan melihat orang-orang
memandang berbeda. Disiniah tugas kita dan Anda untuk memperkenalkan apa
itu Islam dan Muslim. Harapannya akan hilang rasa takut di masa depan,”
ucapnya. (ROL/sbb/dakwatuna)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 5 =

Rekomendasi Berita