RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK–MUI) meluncurkan program strategis berupa Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga.
Program ini dibangun bekerja sama dengan Klinik Utama Asshomadiyah Health Care dan diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 9 Desember 2025, bertepatan dengan Rapat Paripurna MUI DKI Jakarta.
Langkah ini menjadi wujud respons atas meningkatnya kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, dan perlindungan keluarga di wilayah ibu kota.
Ketua Bidang PRK MUI DKI Jakarta, Hj. Nuraini Syaifullah, menyampaikan bahwa MUI sebagai wadah ulama, zu’ama, dan cendekiawan berbagai ormas Islam terus berupaya memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui PRK–MUI, isu perempuan, remaja, dan keluarga menjadi fokus utama, terutama di tengah maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, kriminalitas remaja, penyalahgunaan narkoba, perdagangan manusia, hingga persoalan kesehatan mental dan fisik,” ujarnya.
Menurut Nuraini, sejumlah data menunjukkan urgensi penanganan terpadu. Tingkat kriminalitas di Jakarta meningkat 32 persen pada 2023, sementara kasus narkoba serta kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menunjukkan tren naik. Di bidang kesehatan, tingginya prevalensi penyakit kronis seperti stroke, hipertensi, dan obesitas menambah tantangan bagi masyarakat perkotaan.
“Menjawab berbagai persoalan tersebut, PRK–MUI DKI Jakarta membentuk pusat layanan yang diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah awal, PRK–MUI akan menggelar soft launching pusat layanan yang dirangkaikan dengan kegiatan Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Tes ini diperuntukkan bagi perempuan usia di atas 35 tahun sebagai upaya deteksi dini kanker leher rahim, salah satu ancaman kesehatan yang masih tinggi di Indonesia.
“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pusat layanan secara resmi sekaligus menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya perempuan,” jelasnya.
Kegiatan soft launching direncanakan dihadiri para pemangku kebijakan, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Mental Spiritual, hingga perwakilan MUI tingkat kota/kabupaten. Adapun Tes IVA menargetkan 100 peserta dari lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Sejumlah lembaga turut menjadi mitra pelaksana, di antaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Utara, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Baznas Bazis Jakarta Utara, Asshomadiyah Health Care, serta BPJS Kesehatan DKI Jakarta.
Acara akan digelar pada Senin, 22 Desember 2025, di Ruang Bahari Lantai 14, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Balai Yos Sudarso.
Dengan kehadiran pusat layanan ini, PRK–MUI berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan Jakarta yang lebih maju dan sejahtera.[]











Comment