by

Nur Illah Kiftiah*: Pilkada Saat Pandemi Ancam Keselamatan Rakyat

-Opini-18 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump saat kampanye terpapar virus corona jelang pemilihan presiden AS 2020.

Calon bupati no. Urut 3 Dadang Supriatna mengaku kabar tersebut sempat menambah kekhawatiran bagi dirinya di tengah kampanye pilkada.

Dadang menegaskan, kekhawatiran itu justeru membuat dirinya dan tim, semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan selama berkampanye. Selain menjaga jarak ia mengaku tak pernah melepas masker setiap menjalani kegiatan tersebut. Dadang yakin bahwa kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan bisa menekan resiko penyebaran covid-19. (Jurnal Soreang)

Pilkada yang akan diselenggarakan di tengah pandemi ini jelas merupakan ancaman serius terhadap nyawa dan keselamatan masyarakat.

Apabila jika masyarakat dibiarkan terus terlibat dalam banyak keramaian, dari mulai pendaftaran paslon, masa kampanye, pemungutan dan perhitungan suara, pengumuman pemenang hingga pelantikan paslon. Sehingga penularan virus covid-19 akan makin tak terkendali.

Penerapan protokol yang ketat dalam pilkada pun tak menjamin mengurangi ancaman penyebaran virus covid-19. Apalagi protokol tersebut sudah terbukti banyak dilanggar pada saat pendaftaran paslon.

Karena itu pilkada di tengah pandemi jelas semakin mengancam kesehatan, keselamatam dan kelangsungan kehidupan masyarakat.

Sebelumnya desakan agar pilkada serentak 2020 ditunda datang dari dua ormas Islam terbesar yaitu NU dan Muhammadiyah. Komnas HAM pun demikian.

Namun nyatanya, semua desakan tersebut tak digubris sama sekali oleh pemerintah. Alhasil, penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi bisa dipastikan hanya demi kepentingan elit politik, kelompok, kekuasaan dan ekonomi bukan untuk kepentingan rakyat.

Ini mengisyaratkan bahwa kepentingan keselamatan dan kesehatan masyarakat tidak menjadi prioritas pemerintah.

Inilah kebijakan khas kapitalis. Sebaliknya panduan Islam tidak diperhatikan sama sekali. Padahal jelas, solusinya hanyalah dengan kembali pada petunjuk Allah SWT, yakni dengan menerapkan syariat Islam dengan sempurna. Wallahu’alam bi shawab.[]

*Praktisi pendidikan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

Rekomendasi Berita