by

Palestina yang Tertindas, Butuh Kekuatan

-Opini-28 views

 

Oleh: Hamsina Halik, A. Md, Pegiat Revowriter

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Untuk kesekian kalinya, Palestina kembali di serang di bulan yang mulia nan suci, Ramadan. Mengusik kesyahduan warga Palestina dalam beribadah di bulan suci ini oleh rezim Israel.

Kali ini, pesawat tempur Israel melakukan serangan udara di jalur Gaza yang diblokade. Asap dan api membumbung setelah jet tempur Israel melancarkan serangan udaranya pada Sabtu (17/4). Menurut reporter Anadolu Agency, tidak ada korban dalam serangan itu (Ihram.co.id, 18/04/2021).

Hingga Mei, Al Jazeera mengabarkan (12/5/2021) militer Israel terus membombardir Jalur Gaza yang dikepung pada Selasa (11/5/2021), menargetkan beberapa daerah setelah roket ditembakkan dari daerah kantong tersebut.

Otoritas kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya 32 warga Palestina, termasuk 10 anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel di Jalur itu sejak Senin malam, setelah Hamas meluncurkan roket dari wilayah pesisir menuju Israel.

Kecaman atas penyerangan terhadap warga Palestina oleh Rezim Israel terus mengalir. Diantaranya, dari Komisi VII DPR, melalui Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mesti turun tangan.

“Saya kira PBB dan negara-negara OKI harus turun tangan untuk menyelesaikan kekerasan berdarah ini. Kekerasan ini harus disudahi,” ujar Ace dalam keterangannya. (detiknews.com, 10/05/2021)

Kecaman juga datang dari Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) ikut menyampaikan pandangannya dalam aksi damai secara virtual pada Minggu, 9 Mei 2021, KPIQP bersama sejumlah ormas perempuan lain di Tanah Air seperti PP Salimah, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, hingga Muslimat DDII.

Mereka tidak tinggal diam dan ikut mengecam atas kebrutalan aparat Israel yang mengintimidasi muslim Palestina. Israel diminta menghentikan aksi represifnya. (viva.co.id, 10/05/2021)

Hal yang terus berulang tanpa solusi tuntas membuat derita Palestina tiada henti. Entah sampai kapan. Padahal, jika mau dipikir umat Islam ini jumlahnya sangat besar, tersebar di seluruh dunia. Namun, tak satupun yang mampu menolong, melindungi dan membebaskannya. Sungguh sangat memprihatinkan.

Maka, serangan Israel terhadap jamaah tarawih masjid Al Quds dan pengusiran terhadad warga tidak layak direspon hanya sekadar dengan kecaman oleh OKI ataupun umat muslim lainnya. Dan adalah mustahil diselesaikan dengan resolusi baru oleh PBB.

Inilah buah dari penerapan sistem nation state di Dunia Islam. Dengan paham kebangsaan, seolah kaum muslim di berbagai belahan dunia lainnya terlepas dari ikatan mereka yang satu, yaitu tauhid. Merasa asing dengan saudara mereka yang muslim. Padahal, sudah menjadi kewajiban atas setiap muslim ketika saudara mereka meminta pertolongan.

“Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan.” (TQS. al Anfal: 72)

Bagi umat Islam, Masjid al-Aqsa merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Umat Islam pun meyakini bahwa Masjid Aqsa adalah tempat yang didatangi oleh Rasulullah SAW dari Mekkah dalam perjalanan Isra Mi’raj, tempat mu’jizat Rasulullah SAW dan merupakan kiblat pertama.

Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah masjid yang dimuliakan untuk diziarahi, tempat yang sekelilingnya diberkahi. Maka, wajar jika warga Palestina berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga dan melindungi negeri suci ini dengan nyawa mereka agar tak jatuh ke tangan Rezim Israel.

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami…” (TQS. al-Isra: 1)

Sudah seharusnya menjadi kesadaran umum bagi umat Islam, akan kemuliaan Masjid Aqsa sebagai kemuliaan Islam agar segera membangun kekuatan yang kokoh dan bersatunya umat Islam dari seluruh penjuru dunia dibawah satu komando untuk menyelamatkan tanah Palestina, yaitu adanya seorang Khalifah.

Hanya seorang khalifahlah, dibawah naungan penerapan Islam secara kaffah, yang akan mampu mengusir Israel dari setiap jengkal tanah milik kaum muslim dengan jihad fi sabilillah. Inilah satu-satunya solusi.

Ingatlah, bagaimana khalifah di masa lalu -sekalipun dalam kedudukan lemah- mampu dengan tegas menolak niatan yahudi untuk membeli tanah Palestina.

“Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah”.
(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)

Wallahu a’lam[]

Comment

Rekomendasi Berita