by

Pelindung Umat Antara Sekularisme Dan Islamophobia

-Opini-34 views

 

 

Penulis: Herni Susita, Wiraswastawati

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA- — Dilansir republika.co, seorang pria Kanada Nathaniel Veltman (20 tahun) telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan setelah mengemudikan truk pikapnya ke sebuah keluarga Muslim. Keluarga tersebut terdiri dari nenek, ibu, ayah, dan putrinya.

Mereka meninggal pada Ahad malam saat Veltman menabrak truknya ke sebuah kelompok pejalan kaki di kota London, Ontario, Kanada. Satu-satunya yang selamat adalah anak laki-laki berusia sembilan tahun. Dia mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit.

Kepala Dinas Kepolisian London Steve Williams mengatakan, Senin (7/6), penyelidik percaya ini adalah tindakan yang disengaja dan para korban menjadi sasaran karena mereka Muslim. Veltman mengenakan rompi seperti pelindung tubuh ketika polisi menangkapnya di tempat parkir mal setelah dia kabur dari tempat kejadian.

Sebelumnya, Veltman tidak memiliki jejak kriminal. Saat ini, polisi masih belum tahu apakah pelaku termasuk anggota kelompok kebencian.

“Ini adalah tindakan pembunuhan massal yang dilakukan terhadap umat Islam dan berakar pada kebencian,” kata Wali Kota London Ed Holder, dikutip The Guardian, Selasa (8/6).

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menanggapi insiden tersebut dalam sebuah cicitannya. “Islamofobia tidak memiliki tempat di Kanada. Kebencian ini berbahaya dan tercela dan itu harus dihentikan,” kata Trudeau.

Sekulerisme Menumbuhsuburkan Islamphobi

Menurut Wikipedia, islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan, dan kebencian terhadap Islam dan muslim. Istilah ini sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001.

Pada tahun 1997, Runnymede Trust dari Inggris mendefinisikan islamofobia sebagai “rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa (wikipedia.org)

Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat sejumlah kekerasan yang dialami Muslim di Kanada. Dari 2015 hingga 2019, Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) melacak lebih dari 300 insiden, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik. Ini termasuk serangan senjata di Pusat Kebudayaan Islam Quebec pada 29 Januari 2017 yang menewaskan enam orang dan melukai 19 orang dalam salah satu penembakan massal paling mematikan.

CEO NCCM Mustafa Farooq mengatakan para korban dikenal sebagai anggota lama dan anggota komunitas Muslim yang penuh kasih di London.

“Ini adalah serangan teroris di Kanada. Hal ini berdampak pada keresahan masyarakat. Sesuatu harus berubah untuk mengakhiri kekerasan terhadap Muslim di Kanada,” ujar dia.

Sikap Muslim

Umat harus memahami gejala islamofobia merupakan hasil karya propaganda Barat atas nama memerangi terorisme-radikalisme. Menghalau stigma terhadap Islam memang harus dilakukan. Namun, pembelaan itu jangan sampai salah jalan, seperti ikut mengampanyekan moderasi agama yang sejatinya hal ini akan mengaburkan kemurnian ajaran Islam.

Tidak perlu berharap pada lembaga dunia seperti PBB. Sebab, selamanya mereka tak akan berpihak pada Islam. Kalaulah memihak, hal itu hanyalah basa basi yang tidak ada realisasinya.
Kaum muslim harus memiliki agenda sendiri.

Umat Islam harus membangkitkan kembali kesadaran pemikiran dan membersihkan virus sekuler liberal yang menjangkiti yang menjadi benalu Dalam pemikiran umat.

Islamofobia akan hilang seiring dengan menderasnya pemahaman Islam dengan akidah Islam yang lurus.

Di sinilah tugas kita untuk mendakwahkan Islam di tengah umat. Islam adalah agama rahmat. Islam melarang tindakan teror. Akan tetapi, Islam juga tidak membenarkan sikap kompromi pada pemikiran sekuler dan derivatnya.

Menghalau islamofobia bukan dengan menjadi penggerak arus moderasi sesuai kehendak Barat, melainkan menjadi penggerak perubahan sistem, yakni mengembalikan kehidupan Islam sebagaimana yang telh dicontohkan Nabi, para sahabat dan pengikutnya.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + six =

Rekomendasi Berita