RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK – Pemilihan wali kota New York pada November mendatang diprediksi berlangsung sengit. Empat kandidat dari latar belakang berbeda saling berebut simpati publik. Mereka adalah Zohran Mamdani (Demokrat), Curtis Silwa (Republikan), serta dua calon independen: Eric Adams dan Andrew Cuomo.
Demikian dikatakan Dr. Imam Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD, Direktur Jamaica Muslim Center New York, melalui rilis Selasa (15/7/25).
Presiden Nusantara Foundation New York ini menambahkan, kandidat Partai Demokrat, Zohran Mamdani, menjadi pusat perhatian publik. Dukungan dari kalangan buruh, komunitas guru, perawat, serta pemilih muda dan komunitas minoritas—termasuk pemilih Muslim dan progresif Yahudi—membuatnya berada di posisi terdepan.
Dr. Imam Shamsi Ali, tokoh Muslim New York asal Indonesia yang menjadi imam masjid di kita New York ini mengatakan, perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi keterwakilan politik yang lebih inklusif.
“Meskipun mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk elite partainya sendiri, Zohran menunjukkan keteguhan dan konsistensi nilai,” ujar Shamsi.
Menurutnya, dukungan terhadap Zohran juga datang dari segmen yang selama ini dianggap sulit dijangkau oleh kandidat progresif. “Dukungan dari 40% pemilih Yahudi, termasuk dari kalangan Progressive Jewish, menunjukkan adanya pergeseran politik yang signifikan,” ujarnya.
Shamsi Ali juga mengungkap bahwa dua kandidat independen, Eric Adams dan Andrew Cuomo, tampak berupaya merebut suara dari komunitas Yahudi dengan mengangkat isu antisemitisme dan keamanan. Namun ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kampanye yang tidak substantif.
Yang menarik, menurut Shamsi, adalah terbentuknya koalisi lintas iman antara pemimpin Yahudi dan Muslim untuk mendukung Zohran, meskipun tidak secara formal memakai nama kandidat karena keterbatasan hukum organisasi nirlaba.
“Koalisi ini dibuat sebagai bentuk solidaritas lintas agama untuk nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan keberpihakan pada kemanusiaan,” tambahnya.
Pemilih Muslim New York, yang diperkirakan mencapai 200.000 jiwa, bersama dengan pemilih muda yang mencapai lebih dari 50% populasi pemilih, diprediksi akan menjadi kunci dalam pemilihan mendatang.
Zohran Mamdani sendiri dikenal sebagai tokoh muda progresif yang vokal dalam isu-isu Palestina, keadilan sosial, dan reformasi sistem kepolisian. Ia juga dikenal aktif menyuarakan penghentian genosida di Gaza, yang membuatnya disorot secara nasional.
“Harapan itu semakin dekat,” imbuhnya.[]














Comment