Penembakan Terjadi di Sekitar Festival Lembah Baliem, Dua Warga Sipil Terluka

Nasional24 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyayangkan insiden penembakan yang terjadi di sekitar lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Insiden tersebut menyebabkan dua warga sipil terluka.

Kemenpar menyampaikan empati kepada para korban dan keluarga serta mendoakan agar keduanya segera pulih. Pernyataan tersebut disampaikan Kemenpar melalui situs resminya pada Senin (10/8).

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 berlangsung pada 7-10 Agustus 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Pada hari pertama pelaksanaan, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim Kemenpar hadir langsung di lokasi dan menyaksikan rangkaian kegiatan festival yang berlangsung aman, meriah, dan kondusif.

Insiden penembakan terjadi pada hari kedua penyelenggaraan festival. Saat kejadian berlangsung, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim Kemenpar telah berada di Jayapura untuk selanjutnya kembali ke Jakarta.

Kemenpar memastikan Wakil Menteri Pariwisata dan seluruh anggota tim dalam kondisi baik dan telah tiba di Jakarta.

Sementara itu, Kemenpar terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperoleh perkembangan situasi setelah insiden penembakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Kemenpar dari Pemkab Jayawijaya, kondisi di lapangan telah kembali kondusif dan aman. Aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pemantauan serta meningkatkan pengamanan di sejumlah titik.

Sebagai langkah pengamanan, rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem pada hari kedua terpaksa dihentikan setelah insiden penembakan terjadi. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan situasi tetap terkendali dan keselamatan masyarakat dapat terjaga.

Saat ini, rangkaian terakhir Festival Budaya Lembah Baliem, yakni Karnaval Budaya Nusantara, berlangsung di pusat Kota Wamena, tepatnya di depan Kantor Bupati Jayawijaya.

Lokasi karnaval berada cukup jauh dari tempat terjadinya penembakan. Pengamanan juga ditingkatkan selama kegiatan berlangsung.

Kemenpar berharap proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang berjalan dengan baik sehingga situasi dapat segera kembali kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Bagi Kemenpar, festival budaya semestinya menjadi ruang perjumpaan dan titik temu bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Festival juga menjadi momentum bagi masyarakat, wisatawan, dan komunitas untuk saling mengenal sekaligus merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai.

Kemenpar menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang dan mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang, menahan diri, tidak terprovokasi, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Kemenpar menegaskan budaya harus terus menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat. Festival Budaya Lembah Baliem merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Papua sekaligus kebanggaan Indonesia yang perlu dijaga sebagai ruang yang damai, aman, dan penuh persaudaraan.[]

Comment

Rekomendasi Berita