by

Penista Agama Dalam Pandangan Islam

-Opini-37 views

 

 

Oleh: Fathya Habibah, Aktivis Muslimah

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Marah dan kecewa umat islam belum lagi reda pasca penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw di Prancis dan kasus terorisme di Makassar yang membuat fitnah pada ummat Islam, muncul lagi kasus serupa yang mungkin terus berlanjut bila kita tidak segera memutus mata rantainya.

Kali ini datang dari YouTuber luar negeri yang saat ini bertempat tinggal di Indonesia dan mengaku sebagai nabi ke dua puluh enam setelah Nabi Muhammad Saw. Bahkan YouTuber ini mencemooh ajaran Nabi yang dimuliakan umat islam dunia.

Dilansir fokussatu.com (Senin, 19/04/2021), Seorang Pengguna YouTube  menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad serta menghina Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diunggah melalui akun Youtube milik nya.

Penistaan ​​tersebut disampaikan melalui akun Youtube miliknya yang diunggah dalam sebuah forum diskusi Zoom, berdurasi sekitar tiga jam dua puluh menit. Tak hanya menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26, YouTuber ini juga menantang umat islam melaporkan dirinya ke pihak kepolisian sebagai penista agama.

“Yang bisa laporin gua kebpolisi gua kasih uang lo, yang bisa laporin gua penistaan ​​agama, nih gua nabi ke-26,” kata penista itu dalam akun tersebut.

Masih banyak lagi penghinaan yang dilancarkannya sebagai bentuk kebenciannya terhadap Islam.

Siapapun yang memiliki keimanan di dalam dirinya, pastilah merasa geram melihat hal ini. Eksistenai ummat Islam yang mayoritas di negeri ini sangat dilecehkan. Para penista itu tidak merasa khawatir dengan hukum yang selama ini dirasa kurang tegas.

Timbul pertanyaan, apakah yang menyebabkan hal demikian?.

Jika kita telisik lebih dalam, saat mereka menghina Islam, tentu ada alasan mengapa mereka begitu beraninya bersikap demikian.

Alasan pertama karena sebagian orang kafir sedari dulu memang membenci ajaran Islam semenjak keberhasilan dakwah Rasulullah dan selalu menciptakan permusuhan terhadap umat Islam.

Kapitalisme yang menjadi kiblat penguasa sekarang ini bertentangan dengan sistem Islam. Mereka saling bantu satu sama lain dengan dalih kebebasan berpendapat.

Namun kketika Islam dituduhkan sebagai kelompok teroris yang menyerang non muslim, maka penguasa kapitalis serta merta menganggap mereka demikian. Tanpa dilakukan penyelidikan lebih lanjut, agar terlihat oleh dunia jika Islam adalah agama yang penuh kekerasan.

Kebebasan berpendapat seolah tak berlaku bagi ummat Islam yang mencoba berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam, alih alih mendapatkan dukungan, kapitalis sekuler justru menambah stigma radikal yang disematkan kepada kaum muslimin.

Lihat saja beberapa kasus seperti pengeboman Gereja Katedral di Makassar yang langsung melemparkan tuduhan kepada umat islam. Apapun kejahatan yang muncul, islam dan kaum muslimlah yang selalu menjadi kambing hitam.

Padahal kelompok OPM yang jelas banyak membunuh masyarakat bahkan tentara, baru belakangan sisebut sebagai teroris setelah lama disebut hanya sebagai Kelompok Bersenjata saja.

Framing Islam dan kaum nuslim sebagai teroris begitu tampak denga menunjukkan bukti identitas pelaku yang katanya menggunakan atribut orang muslim agar semakin memperburuk citra ummat Islam.

Beginilah praktek dan teori konspirasi kapitalisme sekulee memfitnah Islam sedemikian rupa sehingga terciptalah stigma buruk terhadap islam dan pemeluknya.

Hingga hari ini belum kita dapati bahwa para penghina Islam dikenakan sanksi seberat beratnya. Karena itu tak heran mereka akan terus bermunculan dengan hinaan hinaan yang semakin menyudutkan.

Liberalisme seakan menjadi tameng para penista untuk berbuat sesuka hati tanpa rasa khawatir terhadap hukum dan pertanggung jawabannya.

Alasan lainnya adalah keberadaan ummat Islam yang tersekat oleh pemikiran dan kejumudan sendiri. Bila umat Islam bersatu melawan tindakan islamphobia dengan sanksi tegas sebagaimana yang pernah dilakukan  di zaman kejayaan Islam dahulu, tentu tak akan ada lagi penghina penghina selanjutnya.

Namun sayang, fakta menunjukkan bahwa para kapitalis liberal masih kuat mencengkeram dunia dan menjadikan islam sebagai musuh yang mesti dinistakan.

Sanksi Bagi Penista Agama Dalam Islam

Lantas, bagaimana Islam menyikapi orang orang yang menjadikan Islam sebagai bahan hinaan dan gurauan?. Sebagaimana diketahui bahwa sumber hukum yang digunakan dalam Islam adalah Al Qur’an dan Hadits, dikuatkan oleh ijma’ shahabat dan qiyas.

Aaturan yang terdapat di dalamnya pastilah membawa kedamaian dan keadilan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dengan konsep daulah Islam.

Dalam sistem ini, ummat manusia yang hidup di dalamnya senantiasa sejahtera. Bagaimana tidak, karena di sana tidak akan ditemukan ketidakadilan yang menyebabkan pertikaian dan kerusakan.

Dalam konsep daulah ini bukan hanya umat Islam yang diayomi melainkan seluruh ummat manusia termasuk mereka yang kafir pun merasakan kesejahteraan yang sama.

Sebab aturan yang diterapkan adalah aturan universal yang berasal dari Allah SWT yang pastinya sesuai dengan fitrah manusia.[]

_____

Tulisan pertama dari dua tulisan

Comment

Rekomendasi Berita