Peringatan 1 Muharram di Bogor, Ustadz Fatih Karim Ajak Umat Maknai Hijrah sebagai Perubahan Menuju Ketaatan

Bogor, Daerah32 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR – Founder Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, mengajak umat Islam memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih berpusat pada masjid.

Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Tahun Baru Islam yang digelar di Masjid Al-I’tishom Budi Agung, Bogor.

Menurut Ustadz Fatih, momentum 1 Muharram tidak hanya mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sekitar 1.448 tahun lalu, tetapi juga menjadi sarana refleksi terhadap kondisi umat Islam saat ini.

Dalam tausiyahnya, ia menggambarkan kondisi Makkah sebelum datangnya Islam yang dipenuhi berbagai bentuk kejahiliahan, seperti penyembahan berhala, kerusakan moral, hingga tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup. Kehadiran Islam kemudian mengubah masyarakat Arab menjadi peradaban yang beradab, bertauhid, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Namun, menurutnya, kejahiliahan tidak pernah benar-benar hilang. Bentuknya hanya berubah mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggap aib, kini praktik aborsi dan pembunuhan janin menjadi fenomena yang menunjukkan berkurangnya penghormatan terhadap kehidupan manusia.

Ia juga menyoroti berbagai penyimpangan moral yang perlahan dinormalisasi di tengah masyarakat. Pergaulan bebas, perilaku seksual menyimpang, hingga budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, menurutnya, kerap dipromosikan sebagai sesuatu yang lumrah.

“Ini menjadi tantangan besar bagi umat Islam di era modern,” ujarnya.

Dalam bidang ekonomi, Ustadz Fatih menyoroti maraknya praktik riba yang kini semakin mudah diakses melalui layanan pinjaman online.

Jika pada masa lalu transaksi riba dilakukan secara langsung dan terbatas, saat ini masyarakat dapat terjerat utang berbunga hanya melalui telepon genggam dalam hitungan menit.

Menurut dia, kondisi tersebut telah menimbulkan berbagai dampak sosial, mulai dari kesulitan ekonomi, konflik keluarga, hingga tekanan mental yang dialami para korban.

Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum evaluasi diri. Hijrah yang sesungguhnya, kata dia, bukan sekadar berpindah tempat, melainkan berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran, serta dari kehidupan yang jauh dari masjid menuju kehidupan yang menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan iman.

“Peradaban Islam yang dibangun Rasulullah SAW lahir dari masjid. Karena itu, kebangkitan umat juga harus dimulai dari masjid dan lembaga-lembaga pendidikan Islam,” katanya.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Fatih mengajak seluruh jamaah untuk terus menghidupkan masjid, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta menjaga keluarga dari pengaruh kejahiliahan modern yang semakin masif.

Menurutnya, hakikat hijrah adalah perjuangan yang tidak pernah berhenti untuk tetap berada di jalan Allah hingga akhir hayat.[]

Comment