RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh yang terlibat dalam perundingan konflik Poso dan Maluku menggelar pertemuan di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas polemik video ceramah Jusuf Kalla (JK) di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beredar luas di media sosial.
JK mengundang pimpinan organisasi masyarakat dari kalangan Muslim dan Nasrani yang sebelumnya terlibat dalam proses rekonsiliasi konflik Malino I di Poso dan Malino II di Maluku.
Forum tersebut dimaksudkan untuk meredam dampak dari potongan video ceramah JK pada 5 Maret 2026 yang viral dan kemudian dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan penistaan agama.
Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi, Dudung Amadung yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan forum ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus konsolidasi tokoh lintas agama.
“Kami diminta melihat persoalan ini secara utuh dan tidak terjebak pada potongan video yang beredar,” ujarnya.
Dudung mengatakan, dalam pertemuan itu juga disampaikan respons dari organisasi kemasyarakatan. Ia menambahkan, kiprah JK selama ini dinilai berperan penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan bangsa, terutama dalam penyelesaian konflik komunal di Poso dan Maluku.
Selain itu, para tokoh agama yang hadir sepakat mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh isu yang berkembang. Mereka meminta setiap pemimpin umat menenangkan pengikutnya demi menjaga stabilitas sosial.
Terkait substansi ceramah JK di UGM, Dudung menyatakan pihaknya tidak menemukan unsur penistaan agama.
“Setelah kami telaah, tidak ada satu pun delik yang menunjukkan adanya penistaan,” kata dia.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik seiring beredarnya berbagai potongan video di media sosial yang memicu perdebatan.[]














Comment