Planetarium Mini Milfest Tarik Minat Pelajar Belajar Astronomi Islam

Bogor, Daerah29 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Planetarium Mini yang menjadi bagian dari Wisata Literasi Hisab Rukyat menjadi salah satu wahana paling diminati dalam Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 H di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Ciawi, Bogor. Festival tersebut berlangsung pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Sebagaimana dikutip Mediaislam.id dari laman Bimas Islam Kementerian Agama, Planetarium Mini mengajak pengunjung mengenal tata surya, rasi bintang, dan dasar-dasar ilmu falak melalui penyajian yang interaktif. Antusiasme tinggi terlihat dari kalangan pelajar yang memadati setiap sesi.

Siti Salma, siswi MAN 2 Kota Bogor, mengaku antusias setelah mengikuti wahana tersebut. “Seru banget. Tadi kita bisa lihat planet-planet dan juga rasi bintang,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Kenny Alfaiz, siswa SMA IT Fathan Mubina Boarding School. Menurut dia, Planetarium Mini memberikan pengalaman baru untuk memahami luar angkasa dengan cara yang mudah dipahami.

“Kita bisa melihat luar angkasa melalui planetarium dan mengetahui bagaimana kondisi luar angkasa maupun rasi bintang yang sebelumnya belum kita ketahui,” katanya.

Pengunjung lainnya, Ahmad Rivan Rufaidan, menilai Planetarium Mini merupakan wahana edukatif yang menarik. Ia berharap materi yang disampaikan terus dikembangkan, termasuk dengan menambahkan pembahasan mengenai sejarah Islam.

Adib Syahbana Umar Akhuri juga menilai wahana tersebut bermanfaat bagi anak-anak. Menurut dia, pengunjung dapat mempelajari planet, rasi bintang, garis khatulistiwa, hingga proses terbitnya matahari melalui penyajian yang menarik dan mudah dipahami.

Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Ismail Fahmi, mengatakan Wisata Literasi Hisab Rukyat dihadirkan untuk mendekatkan ilmu falak kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.

“Hisab rukyat sering kali dianggap sebagai ilmu yang rumit. Padahal, ilmu ini sangat dekat dengan kehidupan umat Islam karena berkaitan dengan penentuan arah kiblat, waktu salat, awal bulan Hijriah, hingga gerhana. Karena itu, kami menghadirkannya dalam bentuk yang lebih interaktif agar mudah dipahami oleh semua kalangan,” ujar Ismail.

Ia berharap Planetarium Mini dapat membangkitkan minat generasi muda terhadap astronomi Islam sekaligus memperkuat literasi keagamaan berbasis sains.

“Planetarium Mini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana belajar yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Kami ingin anak-anak dan pelajar merasakan bahwa belajar ilmu falak itu menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.[]

Comment