by

Potret Generasi Tanpa Visi, Kerusakan Pemuda Kian Menggila

-Opini-81 Views

 

Oleh: A. Maleeka, Pelajar/Homeschooler

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pemuda adalah masa depan dan harapan sebuah bangsa, tanpa adanya pemuda, sebuah negara akan kehilangan nyawa, jika sumber daya pemuda berlimpah tetapi minim kontribusi, tak memiliki visi, dan banyak cari sensasi, maka lihatlah apa yang terjadi pada generasi di negeri ini.

Republika.co.id (15/1/2023) menulis bahwa pada hari Sabtu (14/1/2023) dua pemuda nekat menghentikan truk yang tengah melaju dari Exit Tol Gunung Putri, Bogor, diduga untuk membuat konten. Hingga salah satu di antara mereka meregang nyawa.

Di banyak bagian kota lain, sosok pemuda yang seharusnya banyak menorehkan prestasi justru malah tak berhenti meresahkan masyarakat, salah satunya terjadi di Kota Tangerang.

Seperti ditulis laman kompas.com (15/1/2023) – Polisi menangkap 72 pemuda berusia belasan karena hendak melakukan tawuran, dari sejumlah barang bukti yang disita, mereka dicurigai akan melakukan tawuran usai menenggak minuman keras.

Tak sedikit berita dan kejadian perihal pemuda yang berpikiran pendek alias rela membahayakan hidup demi eksistensi di dunia. Hal tersebut membuktikan betapa rendahnya pola pikir atau sikap mereka, arogan dan tak kenal kasih sayang.

Genarasi milik Ibu Pertiwi telah banyak yang rusak, entah itu dari segi sikap atau pikiran. Pendidikan yang didapatkan dari sekolah hanya sebatas nilai di atas lembaran rapor, ilmu yang didapat tidak banyak dipraktikkan dalam kehidupan, lebih sering dilupakan saat berada di luar sekolah.

Pendidikan terbaik untuk generasi adalah tanggung jawab negara, seharusnya negara memberikan penuh pembinaan yang baik dan mumpuni hingga terlahirnya para pemuda yang kompeten. Kenyataannya, pendidikan yang negara beri hari ini tidak mampu mencetak generasi sesuai dengan harapan.

Mengapa demikian? Sebab pendidikan saat ini berlandaskan sistem sekularisme dan materialisme. Pendidikan hanya ditujukan untuk mencetak lulusan siap kerja, bukan disiapkan untuk memajukan bangsa dengan kontribusi terbaik yang dimiliki.

Negara tidak mampu mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman. Kejahatan dan kerusakan moral lebih mendominasi para pemuda. Kondisi seperti ini tidak mungkin bisa memajukan bangsa.

Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam sistem pendidikan Islam, negara akan membentuk lingkungan yang islami. Ketika terjadi pelanggaran, negara akan memberikan hukuman sesuai syariat yang bisa membuat efek jera.

Hukuman yang ada bersifat jawabir (menebus dosa si pelaku) dan zawajir (tameng bagi yang lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama). Oleh karena itulah pemuda akan senantiasa terjaga dari perbuatan buruk atau tindak kejahatan.

Negara juga menjamin lingkungan yang taat pada syariat, seperti halnya memastikan orang tua melakukan tanggung jawabnya dengan baik, yaitu kewajiban mendidik anak di rumah. Orang tua memiliki peran yang besar untuk membentuk kepribadian islami para pemuda.

Negara dalam sistem Islam juga menjamin lapangan pekerjaan bagi laki-laki terutama seorang kepala keluarga, sehingga ibu bisa konsentrasi mendidik anak tanpa perlu bekerja mencari uang tambahan.

Oleh karena itulah, generasi yang baik hanya bisa terwujud dalam sistem Islam, aturan yang lahir dari Sang Pencipta Alam.Wallahualam bissawab.[]

Comment