Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai

Nasional19 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Peresmian bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung itu menandai beroperasinya koridor sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun.

Prabowo mengatakan pengembangan transportasi publik yang terintegrasi menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur perkotaan.

Menurut dia, kawasan Manggarai kini berkembang menjadi salah satu simpul transportasi strategis karena menghubungkan LRT, KRL, Transjakarta, Transjabodetabek, dan Kereta Bandara.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suatu acara yang sangat membanggakan, yaitu peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan peningkatan konektivitas transportasi dapat mendukung produktivitas dan daya saing Indonesia. Ia juga menilai perkembangan sistem transportasi Jakarta menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Lima atau sepuluh tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang? Di Manggarai ini ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada TransJabodetabek, dan kereta ke bandara yang menjadikannya sebagai transport hub,” tutur Prabowo.

Ia menambahkan kawasan Manggarai ke depan juga akan dikembangkan dengan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Selamat atas peresmian ini, saya sangat bahagia hari ini karena naik LRT enak dan luar biasa, serta konektivitas yang kuat ini akan membuat Indonesia semakin bersaing,” kata Prabowo.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit. Kapasitas layanan secara bertahap ditargetkan mencapai 80.000 penumpang per hari. Total investasi pembangunan koridor tersebut sekitar Rp12,1 triliun yang seluruhnya didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pengoperasian LRT Kelapa Gading–Manggarai menjadi tonggak penting dalam penguatan transportasi publik di Jakarta.

“Hari ini menjadi tonggak penting penguatan transportasi publik Jakarta. LRT Kelapa Gading–Manggarai membentang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, dan total investasi sekitar Rp12,1 triliun ini sepenuhnya didukung APBD DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Pada tahap awal, layanan segmen Velodrome–Manggarai dibuka secara terbatas melalui tiga stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi untuk memastikan keandalan sistem, keselamatan, dan kenyamanan sebelum layanan beroperasi penuh.

Selama masa transisi, Pemprov DKI juga menerapkan tarif khusus sambil menunggu penetapan tarif definitif.

“Selama delapan hari ke depan, tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai diberlakukan sebesar Rp8 per perjalanan. Selanjutnya, tarif diberlakukan sebesar Rp5.000 dari Kelapa Gading–Manggarai dan Rp8 dari Velodrome–Manggarai per perjalanan hingga ditetapkannya tarif reguler,” kata Pramono.

Pemprov DKI mengarahkan kawasan Manggarai sebagai simpul integrasi antarmoda melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Konsep serupa juga disiapkan di Kelapa Gading dan Pulomas.

Pramono mengatakan Manggarai akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi.

“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan TransJakarta, serta pengembangannya diarahkan melalui kawasan TOD di Kelapa Gading, Pulomas, dan Manggarai,” tutur Pramono.

Pemprov DKI juga mempertahankan aspek inklusivitas dalam layanan transportasi publik. Melalui Kartu Layanan Gratis, 15 golongan masyarakat dapat memperoleh akses gratis menggunakan Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta sesuai kriteria penerima.

Pengembangan LRT Jakarta juga akan dilanjutkan dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Pemprov DKI menyiapkan jalur sekitar dua kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun. Jalur tersebut direncanakan dilengkapi pedestrian deck dan terintegrasi dengan MRT, KRL, Transjakarta, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara.

“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun, dilengkapi pedestrian deck dan integrasi MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara,” ujar Pramono.

Dalam pengembangan berikutnya, jaringan LRT juga disiapkan menuju Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, hingga Halim. Pemprov DKI membuka peluang dukungan pembiayaan untuk melanjutkan pengembangan jaringan tersebut.

“Ke depan jaringan juga disiapkan menuju JIS–Ancol sampai Jakarta Kota dan Halim, dan kami memohon dukungan Presiden agar pengembangan ini berlanjut termasuk membuka kemungkinan investasi Danantara,” kata Pramono.

Menurut dia, pembangunan jaringan LRT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalur kereta, tetapi juga membangun konektivitas perkotaan yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi.[]

Comment