Presiden Prabowo Direncanakan akan  Buka Muktamar Al Washliyah ke-23 di Jakarta

Nasional785 Views

 

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan Islam Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) akan menggelar Muktamar ke-23 di Jakarta pada Juli 2026. Agenda lima tahunan organisasi yang lahir di Sumatera Utara itu tengah dipersiapkan secara matang oleh panitia nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat perdana panitia Muktamar yang dipimpin Ketua Panitia Ahmad Doli Kurnia Tanjung di Sekretariat Panitia, Jalan Ahmad Yani No. 41, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026).

“Pada rapat perdana ini kita merencanakan secara matang agar Muktamar berjalan sukses,” ujar Doli dalam pertemuan yang digelar secara hybrid, memadukan kehadiran langsung dan daring.

Doli yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar serta Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu menjelaskan, panitia menetapkan lima parameter utama untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan muktamar.

Pertama, secara politis ditandai dengan hadirnya unsur pemerintah dalam pembukaan kegiatan. Dalam konteks ini, panitia berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar ke-23 Al Washliyah.

“Kita meminta kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar. Mudah-mudahan beliau bisa hadir,” kata Doli.

Parameter kedua adalah tersebarnya informasi mengenai muktamar secara luas sehingga menjadi perhatian masyarakat. Panitia, kata dia, mulai menginformasikan agenda tersebut melalui berbagai jaringan organisasi dan media.

“Informasi tentang muktamar kita dorong agar menjangkau masyarakat luas, bahkan menjadi topik pembicaraan publik,” ujarnya.

Adapun parameter ketiga, seluruh warga Al Washliyah diharapkan dapat merasakan manfaat dari penyelenggaraan muktamar.

Keempat, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman. Sedangkan yang kelima, muktamar diharapkan menghasilkan pemikiran serta gagasan strategis bagi umat yang dapat diimplementasikan secara nyata.

Untuk memperkaya substansi muktamar, panitia juga merencanakan sejumlah kegiatan pra-muktamar. Salah satunya adalah penyelenggaraan Halaqah Ulama Al Washliyah bertaraf internasional.

Sementara itu, tema yang diusulkan untuk Muktamar ke-23 adalah “Berkhidmat untuk Umat Menuju Indonesia Maju.” Namun, menurut Doli, tema tersebut masih bersifat sementara dan akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan pimpinan organisasi.

“Tema ini belum final. Akan kami konsultasikan lagi dengan para pimpinan Al Washliyah lainnya, terutama dengan Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr KH Masyhuril Khamis SH MM,” ujarnya.

Rapat perdana panitia dihadiri hampir seluruh unsur panitia secara daring maupun luring. Di antara yang hadir langsung di ruang rapat yakni Sekretaris Panitia Nasional Charles Purnama Siregar S.S M.Si, Bendahara Umum Drs H Rizal Naibaho M.M, serta Ketua Organizing Committee (OC) Prof Dr H Deding Ishak S.H M.M.

Adapun Ketua Umum PB Al Washliyah Dr KH Masyhuril Khamis S.H M.M pada waktu yang sama tidak dapat hadir karena sedang mengikuti agenda bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.[]

Comment