by

Program Pengenalan Kampus (P2K) Gelombang 2 UAD Yogyakarta

Foto/Affan/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, YOGYAKARTA – Program Pengenalan Kampus (P2K) gelombang 2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berlangsung 3 September 2018 di Masjid Islamic Center Kampus 4 UAD Yogyakarta.
Pada gelombang satu, sebanyak 4.320 mahasiswa baru mengikuti Program Pengenalan Kampus (P2K). Dan pada gelombang dua ini sebanyak 2.725 mahasiswa baru ikuti P2K.
Disampaikan Wakil Rektor III Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni UAD, Dr Abdul Fadlil, MT, program P2K gelombang kedua ini diadakan untuk mahasiswa yang belum ikut P2K sebelumnya. 
Biasanya, yang belum ikut P2K tahun ini akan ikut tahun depan. Namun, hal itu kurang efektif bagi mahasiswa yang sudah melakukan aktivitas di kampus selama satu tahun.
Para peserta P2K dituntut Wakil Rektor III UAD, untuk saling bekerja sama dan mengasah pikiran lebih cerdas lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. H. Chairil Anwar, mengatakan, UAD adalah universitas masa depan yang unggul. Terbukti, saat ini mahasiswanya mencapai 15 ribu.
Tidak banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mempunyai mahasiswa sebanyak itu. Selain itu, mahasiswa UAD juga unggul dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Bagi Chairil Anwar, UAD salah satu PTS di Yogyakarta yang paling banyak bekerja sama dengan Perguruan Tinggi luar negeri. “Kalian beruntung berada di perguruan tinggi yang aktif dan melahirkan mahasiswa yang kreatif,” kata Chairil Anwar.
Di sisi lain, Prof. Dr. H. Chairil Anwar, berharap agar mahasiswa tidak alergi terhadap politik. “Karena politik memiliki peranan penting untuk mengubah masa depan bangsa,” papar Chairil Anwar.
Selain itu, Chairil Anwar berharap mahasiswa baru untuk memiliki kemampuan intelek tinggi dan peduli terhadap politik. “Jangan sampai masa depan bangsa Indonesia dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki pendidikan yang baik,” tandas Chairil Anwar, yang juga mendorong mahasiswa baru UAD yang memiliki passion sebagai pemimpin akan lebih baik masuk ke dunia politik.
Diharapkan, setelah lulus mahasiswa yang telah memiliki kemampuan memimpin bisa masuk partai politik. 
Selain itu, mahasiswa baru UAD harus memiliki jiwa dan semangat heroik serta rasa kebersamaan. “Hanya dengan semangat dan rasa kebersamaan yang kuat, segala permasalahan bangsa dapat diatasi,” papar Chairil Anwar, mantan Dekan FMIPA UGM ini.
Sementara itu, Taufiq Hidayat, ketua panitia Program Pengenalan Kampus (P2K), mengatakan, secara garis besar yang disoroti dalam P2K dengan tema milenial ini adalah tentang kepemimpinan, kebersamaan, dan milenial. Alasannya, mahasiswa baru pada tahun ini adalah kelahiran 2000. Sehingga, tema milenial dianggap sesuai zamannya. 
Dan antusias mahasiswa baru terlihat dari kehadiran. Pada tahun ini, tingkat ketidakhadiran mahasiswa baru dalam mengikuti P2K sangat sedikit. 
Meskipun lelah karena pagi mengikuti P2K dan malamnya harus berlatih, justru menjadikan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa baru. Suka-duka yang dirasa menjadi sebuah pengalaman sangat berharga. Secara umum, mahasiswa baru sangat menikmati semua proses P2K. (Affan)

Comment

Rekomendasi Berita