by

Purwacaraka Music Studio 30 Tahun, Lahirkan Penyanyi Sehebat Rossa dan Afgan

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sedikit sekali lembaga pendidikan informal untuk belajar seni musik di tanah air yang bisa bertahan lama. Salah satu di antara yang masih eksis hingga kini adalah Purwa Caraka Music Studio (PCMS), yang berdiri sejak 1 Oktober 1988 di Jalan Mangga No.12, Bandung.
“Enam sampai tujuh tahun pertama tidak ada profit dari PCMS. Mungkin sistem manajemen yang masih tradisional. Mungkin saja, ada korupsi yang dilakukan staf dengan modus yang tidak terdeteksi oleh manajemen dan sebagainya,” papar Purwa Caraka, Founder dan CEO dari PCMS dalam acara ‘The Journey 30th Purwa Caraka Music Studio’ di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta, pada Hari Rabu (31/1/18).
Kini, setelah 30 tahun, semuanya berbeda. PCMS, menjadi satu-satunya lembaga pendidikan musikal yang tersebar hampir merata diseluruh tanah air. Tak hanya sukses secara finansial, tapi lebih dari itu, sukses melahirkan anak-anak berbakat yang menguasai beragam alat musik dan menjadi penyanyi profesional.
“Pendidikan itu kan sifatnya pengajaran. Pengajaran itu mempercepat proses. Kalau saya dilahirkan tiba-tiba bisa main piano, itu keajaiban, namanya bakat murni. Tapi, ada orang yang bisa dipercepat kalau diajarin. Itu fungsinya pendidikan,” terang Purwa, mengungkapkan rahasia dibalik kesuksesannya membesarkan PCMS.
Rossa dan Afgan, bisa menjadi contoh kecil dari nama besar yang kini sukses dalam industri musik, dimana keduanya pernah mengecap pendidikan vokal di PCMS.
Selain mereka, penyanyi Marcell Siahaan juga pernah belajar di lembaga kursus musik milik Purwa ini. Marcell yang saat itu mengambil kursus bermain drum, bahkan sempat berkontribusi untuk menjadi tenaga pengajar di sana. Marcell kini, selain menyanyi, juga adalah drummer dari ‘Konspirasi’, band beraliran grunge. 
Purwa Caraka, lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, sebagai pendiri, ia sangat serius menyiapkan kurukulum terbaik bagi para siswa-siswanya. Melalui prinsip ‘Cerdas Bersama Musik’, setiap siswa diberi kesempatan untuk tampil di depan orang tua mereka, bahkan di depan keluarga, teman-teman dan masyarakat umum, setelah belajar 3 bulan di PCMS.
Di usia 30 tahun ini, PCMS telah menerima sejumlah penghargaan inernasional, seperti: 6 Distinction Gold Awards, 31 Gold Awards, 13 Silver Awards dan sekaligus menjadi 1st Runner Up di Muisc Category dalam ajang Asia Pacific Arts Festival di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Saya berharap, semua pencapaian ini mendapat support dari masyarakat. Khususnya perhatian penuh dari pemerintah, untuk memberikan keringanan bunga kredit usaha pada lembaga pendidikan informal seperti kami yang terbukti telah bekerja keras dan konsisten dalam melahirkan anak-anak yang cerdas, khusunya dalam dunia musik,” harap Kang Purwa, sapaan akrab Purwa Caraka, sembari menegaskan bahwa dirinya tak meminta bantuan dana, tapi lebih kepada dukungan regulasi agar bank pemerintah maupun swasta bisa memberikan kredit ringan untuk pengembangan lembaga pendidikannya.
Akhirnya, setelah 30 tahun pencapaiannya, PCMS, akan mengikuti beragam kegiatan dalam dan luar negeri.
PCMS akan mengirimkan siswa siswinya mengiktui Asia Pacific Ars Festival di Kuala Lumpur (28-29 Januari 2018), Final Festival Drum PCMS seluruh Indonesia (31 Maret 2018), Lomba Design Logo PCMS (Juli 2018).
Adapula kegiatan lainnya, seperti: Konser PCMS Choir di Gedung Kesenian Jakarta (21 Juli 2018), Konser Besar PCMS di Bandung (September 2018), Lomba Cover Jingle PCMS (September-Oktober 2018), Pembukaan Time Capsulr di PCMS Bandung (1 Oktober 2018), Gala Dinner di Bandung dan yang paling besar adalah Konser 3 Dekade di Teater Jakarta, TIM, pada tanggal 3 November 2018.
Selamat Ulang Tahun Purwa Caraka Music Studio. Semoga kelak melahirkan anak-anak yang cerdas musikalitasnya serta cerdas pula lahir dan bathinnya.[Buddy Ac]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =

Rekomendasi Berita