Ratusan Aktivis Flotilla Ditahan Israel, Bachtiar Nasir Serukan Aksi 7 Oktober

Nasional365 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ulama sekaligus aktivis pro-Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mengecam intersepsi militer Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional, Rabu (1/10/2025) malam. Aksi itu berujung pada penangkapan ratusan aktivis dari 46 negara.

Bachtiar, yang juga pembina Global Peace Convoy Indonesia, menyebut penahanan hampir 500 relawan sebagai bukti nyata kezaliman blokade Gaza yang telah berlangsung 18 tahun.

“Ini tragedi kemanusiaan yang menunjukkan betapa zalimnya blokade Gaza. Penangkapan hampir 500 aktivis justru membuktikan solidaritas dunia untuk Palestina semakin kokoh. Kami mendesak pemerintah Indonesia, OKI, dan komunitas internasional segera mengambil langkah nyata,” ujar Bachtiar di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Sebagai respons, Bachtiar mengumumkan rencana aksi solidaritas besar-besaran di Indonesia pada 7 Oktober 2025. Menurut dia, aksi damai itu akan menjadi dukungan moral bagi para relawan yang ditahan sekaligus desakan agar blokade Gaza segera dibuka.

“Aksi ini bukan hanya milik umat Islam, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia yang cinta keadilan dan kemanusiaan,” katanya.

Ia juga menyerukan agar masyarakat memperkuat doa, menjaga semangat solidaritas, serta tidak tinggal diam menghadapi tragedi tersebut.

Armada Dicegat

Sebelumnya, armada GSF yang terdiri dari 50 kapal dicegat Angkatan Laut Israel sekitar 120 mil laut dari Gaza. Hingga Kamis pagi (2/10/2025), lebih dari 200 aktivis dari 46 negara telah ditahan. Di antara mereka terdapat aktivis lingkungan Greta Thunberg dan tokoh antiapartheid asal Afrika Selatan, Mandla Mandela.

Insiden itu memicu gelombang protes dari Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin. Banyak pihak mengecamnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum laut internasional.

Dengan rencana aksi solidaritas yang diumumkan Bachtiar, Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelombang dukungan global untuk Palestina dalam beberapa hari ke depan.[]

Comment