Rektor Universitas Moestopo: AI Jadi Kunci Komunikasi Publik, Etika Tetap di Tangan Manusia

Pendidikan33 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA— Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIK) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sukses menyelenggarakan webinar internasional bertajuk Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi pada Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan yang digelar secara luring di Kampus I Universitas Moestopo, Jakarta, tersebut membahas peran strategis Artificial Intelligence (AI) dalam mengubah lanskap komunikasi publik, strategi bisnis, hingga kebijakan sosial di tingkat global.

Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Muhammad Saefulloh, dalam pemaparannya menegaskan bahwa AI kini telah menjadi tulang punggung dalam komunikasi institusional.

Menurut dia, teknologi ini sangat efektif untuk analisis sentimen publik serta personalisasi konten komunikasi.
Meski demikian, Saefulloh mengingatkan pentingnya peran manusia dalam mengawal pemanfaatan teknologi tersebut.

“Pengawasan manusia tetap menjadi faktor paling krusial untuk menjaga aspek etika dan kualitas informasi, agar terhindar dari risiko disinformasi serta bias algoritma,” ujarnya.

Perspektif internasional disampaikan oleh Prof. Dr. Gerald Goh Guan Gan dari Multimedia University Malaysia dan Assoc. Prof. Dr. Wan Mohd Hirwani dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

Keduanya sepakat bahwa AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi mitra strategis dalam dunia bisnis dan pemasaran.

Melalui otomatisasi berbagai tugas rutin, para komunikator justru didorong untuk beralih ke peran yang lebih strategis, kreatif, dan inovatif guna meningkatkan daya saing di era ekonomi digital berbasis data.

Sementara itu, isu kebijakan dan perlindungan sosial menjadi sorotan Karlina Octaviany dari GIZ Indonesia. Ia menekankan bahwa perkembangan AI juga membawa risiko serius, seperti penyalahgunaan teknologi deepfake serta meningkatnya kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Ketua Program Studi MIK FIKOM Universitas Moestopo, Dr. Natalina Nilamsari, menegaskan bahwa webinar ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memahami tantangan teknologi secara konstruktif.

“Webinar ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan ilmu komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai-nilai etika,” katanya.

Acara tersebut ditutup dengan komitmen Universitas Moestopo untuk terus mendorong pengembangan kajian komunikasi yang responsif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus berorientasi pada kepentingan publik.[]

Comment