![]() |
| Rentosaky Setio, penulis lagu Tenda Biru yang kini aktif di dunia dakwah.[Foto/pribadi] |
RADARINDONESIANEWS.COM JAKARTA – Siapa yang tidak kenal Desy Ratnasari, si pelantun “Tenda Biru” yang kesohor tahun 1996 lalu? Semua telinga kita mulai dari anak remaja hingga kalangan tuapun tak pelak pernah dan gandrung dengan lagu bertema cinta yang sempat menjadi hit.
Tapi tahukah siapa penulis lagu yang membuat nama Desy Ratnasari melambung di dunia tarik suara itu? Tidak banyak yang tahu siapa sang penulis yang bersahaja dengan kehidupannya kini. Dialah Rentosaky Setio.
Rentosaky terjun ke dunia cipta lagu sejak 19987 dan menulis syair “Tenda Biru” pada tahun 1996. Bukan sekedar menulis tapi Rentosaky juga membuat notasi “Tenda Biru” secara keseluruhan. Lagu tersebut langsung booming dan Desy Ratnasaripun dikenal namanya oleh masyarakat pencinta musik pop Indonesia terutama kalangan remaja. Selain “Tenda Biru”, Rentosaky juga menulis beberapa lagu seperti “Satu Jam Lagi” yang dinyanyika oleh Mus Mujiono dan “Satu Tanda Tangan” yang dinyanyikan oleh Betaria Sonatha.
Namun kehidupan Rentosaky yang dulu sebagai penulis lagu itu kini sangat jauh berbeda. Menurut Rentosaky, dirinya sudah jarang menulis kecuali lagu tertentu saja (religi) dan kini aktif dan terjun di medan dakwah sebagai seorang ustadz memberi tausyiah dan mengajar tahsin quran, makhroj dan tajwid. Rentosaki yang berasal dari keluarga Nasrani itu mengaku sudah kurang tertarik dengan dunia cipta lagu dan lebih tertarik dengan dunia dakwah.
“Awalnya dari teman-teman terdekat saja kemudian meluas.” Ujar Rentosaky saat ditanya awal mula dakwahnya sebagai ustadz.
Rentosaky yang kini genap berusia 50 tahun dan aktif sebagai pendakwah itu berharap akan lahir syair dan lagu yang baik dan mendidik.
“Semoga lahir lagu yang baik dan mendidik” Ujar Rentosaky mengakhiri obrolan via Whatsapp dengan radarindonesianews.com, Jumat (6/10/2017).[GF]










Comment