by

Rheiva Putri R Sanusi*: Penting Pilkada Atau Pandemi?

-Opini-23 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Seperti yang kita ketahui, menjelang akhir tahun 2020 ini masalah pandemi corona belum juga selesai dan belum bisa diatasi khususnya di negara kita yang semakin banyak kasus positif covid-19 dan pasien meninggal.

Pemerintah belum memiliki solusi tuntas untuk menangani dan masih meberikan kebijakan yang bersifat sementara dan belum signifikan dan menyentuh persoalan.

Pemerintah bukan berusaha dan bekerja keras untuk fokus mengatasi permasalahan covid ini malah sebaliknya memaksakan Pilkada untuk tetap diselenggarakan di tengah pandemi yang belum kunjung berakhir.

Kita sadar bahwa masa kampanye tentu saja menjadi ajang berkerumun orang banyak dan beresiko menjadi klaster penambahan kasus positif.

Dikutip dari bisnis.com, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyampaikan keprihatinannya terkait banyaknya jumlah calon kepala daerah dan anggota penyelenggara pemilu yang terpapar Covid-19 selama pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020.

“Prihatin 70 orang calon kepala daerah terinfeksi Covid-19, 4 orang diantaranya meninggal dunia,” cuitnya melalui akun media sosial twitter @hamdanzoelva, Jumat (27/11/2020).

Belum lagi ditambah berita yang beredar bahwa 100 panitia KPU positif covid juga. Entah apa yang menjadi pertimbangan yang mendorong mereka memaksakan diri melakukan pemilihan di tengah pandemi.

Layakkah pengorbanan seperti ini diberikan dengan alasan demokrasi yang bahkan malah mengorbankan kepentingan rakyat dan elit politik?

Jika pemilu tetap dilakukan, dan terdapat pemimpin baru bagi tiap daerah itu tidak akan memberikan perubahan yang signifikan bagi keadaan saat ini.

Sebab tetap saja pemimpin dan pemerintahan yang dihasilkan oleh proses pemilihan dalam sistem demokrasi ini tak menjadikan kemaslahatan umat menjadi prioritas dan tujuan serta tak menjadikan Islam sebagai sumber hukum secara keseluruhan.

Buktinya mereka mengabaikan keselamatan jiwa masyarakat hanya demi kursi yang diduduki oleh penguasa yang didanai oleh pengusaha kapitalis.

Semua ini disebabkan karna tak ada penerapam Islam secara kaffah untuk saat ini, di mana Islam adalah aturan yang sangat sempurna bagi manusia yang langsung diberikan oleh sang Khalik yang maha mengetahui apa yang dibutuhkan manusia.

Di dalam Islam sendiri pemilihan pemimpin harus menghasilkan pemimpin yang amanah dan jauh dari aroma kepentingan kapitalis.

Amanah di sini adalah para pemimpin harus mampu menjalankan jabatan yang dipegangnya sesuai syariat Islam dan bertujuan mencari ridho Allah. Maka pengorbanan saat ini tak mungkin terjadi jika pemimpin yang dihasilkan adalah pemimpin yang amanah.

Selain amanah juga jauh dari kepentingan kapitalis yang selalu mementingkan keuntungan materi secara pribadi.

Hal ini akan merusak segalanya, mereka beranggapan bahwa materi adalah segalanya dan akan melakukan hal apapun demi mencapai materi.

Maka saat ini sangat diperlukan Islam untuk memperbaiki permasalahan yang ada, tak hanya covid-19 ini tapi seluruh permasalahan kehidupan yang dialami manusia.

Islam memiliki aturan sempurna yang sesuai dengan fitrah manusia. Namun Islam tak mungkin bisa diterapkan secara menyeluruh di bawah kendali sistem demokrasi kapitalis ini.

Maka kita perlu memperjuangkan nilai nilai Islam secara kaffah demi menyelamatkan umat dari kezaliman yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini.Wallahualam Bi Shawwab.[]

*Mahasiswi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − fourteen =

Rekomendasi Berita