RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA- — Ribuan warga asal Kebumen yang merantau di Jabodetabek memadati Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Ahad, 26 April 2026. Mereka menghadiri Festival Walet Emas yang digelar Ikatan Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) sebagai ajang silaturahmi sekaligus halal bihalal diaspora.
Ketua panitia, Karin Astuti, mengatakan tema festival tahun ini “Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju”, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kartini.
“Kami ingin menegaskan peran perempuan dalam pembangunan sekaligus memperkuat solidaritas warga Kebumen di perantauan,” ujarnya.
Festival diisi berbagai kesenian dan kuliner khas Kebumen. Pertunjukan ebleg atau kuda lumping menjadi salah satu daya tarik utama, disusul kehadiran ratusan tenda UMKM yang menjajakan makanan seperti sate ambal, tempe gembus, lanting, hingga mendoan. Kesenian ondel-ondel khas Betawi turut mengiringi arak-arakan tokoh menuju panggung utama.
Acara ini juga menjadi ruang temu kangen bagi warga Kebumen yang telah lama merantau. Diperkirakan sekitar 200 ribu warga asal Kebumen kini bermukim di wilayah Jabodetabek. Suasana akrab terasa dari percakapan berlogat “ngapak” yang terdengar di berbagai sudut arena, diselingi tawa dan nostalgia.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, antara lain Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, anggota DPR RI Darori Wonodipuro, anggota DPRD DKI Jakarta Dadiyono, serta anggota DPD RI Alfiansyah Bustami.
Dalam sambutannya, Lilis Nuryani mengaku merasakan suasana kampung halaman di tengah Jakarta. “Aromanya, logatnya, hingga keramahan warganya benar-benar seperti di Kebumen,” kata dia.
Munjirin menambahkan, Jakarta Timur terbuka bagi warga Kebumen yang dikenal pekerja keras dan rukun. Sementara Donny Ermawan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Ketua IWAKK Walet Emas, Ibnu Darmawan, menyebut organisasinya menaungi sekitar 70 komunitas dengan filosofi “wani lan ulet, eling marang asale” — berani, ulet, dan ingat asal-usul.
Kemeriahan festival ditutup dengan pengundian door prize, mulai dari sepeda motor hingga peralatan rumah tangga.
Menjelang malam, pengunjung berangsur meninggalkan lokasi dengan membawa kesan dan kenangan.
IWAKK Walet Emas juga berencana menggelar Kebumen Travel Mart pada 27–29 April 2026 bekerja sama dengan konsorsium agen perjalanan. Agenda ini difokuskan pada promosi pariwisata dan penguatan UMKM.
Kabupaten Kebumen, yang mencatat lebih dari 675 ribu kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini, dinilai memiliki potensi besar, antara lain melalui destinasi seperti Pantai Menganti, Goa Jatijajar, dan Pantai Surumanis, serta status Geopark Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark sejak April 2025.[]











Comment