by

Sama Terjalnya, Berbeda Cara Menyikapinya

 

 

Oleh: Puput Hariyani, S.Si, Pendidik Generasi

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sahabat, setiap orang memiliki skenario hidup yang berbeda-beda. Setiap dari kita diciptakan dengan ujian masing-masing. Memiliki jalan dan masalah masing-masing.

Sering kali hidup kita diinginkan oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Namun, terkadang kita silau dengan kehidupan orang lain. Ada yang menginginkan hidup kita. Ada yang menginginkan hidup bersama kita. Ada yang iri melihat kebahagiaan kita dan membayangkan betapa beruntungnya kita.

Sahabat, sesungguhnya jalan hidup kita tak jauh berbeda dengan mereka. Hanya saja, mereka tidak pernah tahu apa yang kita rasakan. Mereka tidak mengerti bagaimana menjaga hati kita untuk menetap dalam kebenaran. Mereka tak pernah melihat berapa juta tetes air mata yang telah tumpah sampai detik ini. Bahwa kita pun masih berjuang dengan kehidupan yang sarat ujian untuk meninggikan kedudukan.

Ada yang rezekinya lancar, tapi harus jauh dari anak istri. Ada yang bisa berkumpul bersama keluarga, tapi rezekinya pas-pasan. Ada yang rumahnya sempit, tapi riang diiringi suara tangisan bayi. Ada yang rumahnya mewah, tetapi sampai detik ini masih menanti hadirnya buah hati.

Ada yang karirnya cemerlang, tapi tak kunjung bertemu jodoh. Ada pula yang karirnya biasa saja, tapi hidup bahagia bersama pasangannya. Ada yang hidup serba kecukupan, tapi suaminya mendua. Ada yang sederhana, tapi suaminya setia.

Sahabat, seringkali mungkin kita bertanya, mengapa hidup kita begini dan hidup mereka begitu? Kita selalu melihat orang lain lebih beruntung dari pada kita. Sebaliknya, ada pula orang lain yang melihat kita lebih beruntung dari pada mereka. Saling membandingkan kehidupan. Kita selalu mengukur kebahagiaan dengan standar kebahagiaan yang dimiliki orang lain.

Sahabat, jika itu yang sering kita rasakan, maka kita akan selalu merasa kurang. Itulah tanda hati tak bersyukur atas nikmat yang Allah anugerahkan. Karena sesungguhnya hidup kita dan mereka sama terjalnya. Hanya saja bagaimana masing-masing dari kita menyikapinya.

Sahabat, masalah kita sama-sama sulitnya, yang membedakan hanya jenis masalahnya saja. Ujian kita sama-sama menyakitkan, yang membedakan hanya jenis soalnya.

Terkadang kita lupa untuk bersyukur atas apa yang kita punya. Kita selalu ingin mencari apa yang kita tidak punya, yang ada pada orang lain.

Kebahagiaan itu tidak selalu melulu soal harta kekayaan. Badan yang sehat, anak yang cerdas, pasangan yang setia, orang tua yang masih lengkap, sahabat yang selalu merangkul dalam taat, dan menemukan jalan hijrah, itu juga adalah rezeki yang patut kita syukuri.

Jadi, jangan pernah mengeluh dan membandingkan. Hidup sejatinya hanya sawang sinawang. Mengeluh dan menyesali hidup kita hanya akan membuang energi positif. Bersyukur dan berpikir positiflah. Selalu semangat melihat masa depan, melanjutkan perjalanan dengan perjuangan untuk menggapai kemenangan.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim ayat 7). _Wallahu’alam bi ash-showab_

Comment

Rekomendasi Berita