Seminar Ketahanan Keluarga Soroti Pentingnya Penguatan Fitrah di Era Modern

Bogor, Daerah319 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR — Seminar Ketahanan Keluarga yang digelar di Auditorium Abdullah Shiddiq, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu, 6 Desember 2025, menghadirkan diskusi mendalam tentang penguatan fitrah dan strategi pencegahan kerentanan keluarga di tengah tekanan sosial modern.

Dua pakar keluarga, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Sc dari IPB University dan Prof. Dr. Imas Kania Rahman, M.Pd.I dari UIKA Bogor, menjadi pembicara utama.

Mereka menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga generasi dari penyimpangan perilaku dan berbagai ancaman sosial.

Hadir pula sebagai keynote speaker Prof. Kyai Didin Hafidhuddin, Rektor UIKA Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si, serta perwakilan Pemerintah Kota Bogor.

Kepala Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) FAI UIKA Bogor, Ikhwan Hamdani, Drs., M.Ag, mengatakan bahwa seminar ini bukan sekadar forum akademik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang penguatan keluarga melalui perspektif hukum keluarga Islam.

“Ini strategi agar kita siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk gerakan yang mendorong penyimpangan seksual. Kita ingin hadir untuk masa depan anak-anak. Langkah selanjutnya, insyaAllah, kami fokus pada penguatan fitrah,” kata Ikhwan kepada wartawan seusai acara.

Ia menjelaskan bahwa konsep penguatan fitrah tersebut mencakup peneguhan naluri ketuhanan, ketaatan kepada Allah, serta pemahaman tentang tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi.

“Fitrah itu benteng. Kalau sudah terpapar, proses kuratifnya panjang dan berat. Karena itu pendekatan preventif jauh lebih penting,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Ikhwan menilai penguatan keluarga memerlukan keterlibatan banyak pihak. KUA, penyuluh agama, pesantren, hingga fasilitas kesehatan disebut perlu membangun sinergi.

“Pernikahan bukan hanya soal hak dan kewajiban suami istri, tetapi juga benteng untuk menjaga keutuhan keluarga dari perilaku menyimpang. Pasangan harus dibekali pemahaman preventif,” katanya.

Ia menyebut kerentanan keluarga kini muncul di berbagai ruang, termasuk lembaga pendidikan.
“Ironis ketika institusi yang seharusnya menjadi penjaga moral justru ikut terpapar. Ini tantangan besar, sehingga edukasi dan pelatihan sistematis penting dilakukan,” ucapnya.

Menurut Ikhwan, ketahanan keluarga harus berakar pada ketahanan individu, termasuk pemahaman fitrah, tujuan hidup, dan peran spiritual sebagai hamba Allah.

Arah Baru Prodi HKI

Ikhwan memastikan bahwa Prodi HKI UIKA akan memperluas agenda edukasi mengenai ketahanan keluarga. Selain seminar, program lanjutan akan diarahkan pada penguatan kurikulum, workshop, serta kolaborasi dengan lembaga profesional.

“Kami ingin masuk lebih jauh pada penguatan fitrah berbasis hukum keluarga Islam. Ini bukan hanya wacana akademik, tetapi langkah konkret untuk melindungi generasi dan memperkokoh keluarga Indonesia,” ujarnya.

Seminar ini mendapat respons positif dari mahasiswa, dosen, penyuluh agama, serta para aktivis pemberdayaan keluarga. Acara ditutup dengan komitmen bersama memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah kerentanan keluarga melalui pendidikan, advokasi, dan kolaborasi berkelanjutan.[]

Comment