Serangan Ke Gaza Terus Berlanjut, Mau Sampai Kapan?

Opini583 Views

 

Penulis: Mansyuriah, S.S | Pemerhati Sosial

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA–  “Perang” terus berlanjut, hingga hari ke 14 agresi militer Israel ke Palestina terus meningkat. Dari laman (cnbcindonesia 18/10/2023) di Gaza, warga yang meninggal meningkat menjadi 3.300 jiwa, dengan lebih dari 13.000 orang terluka.

Terbaru, sebuah serangan rudal menghantam Rumah Sakit Baptis Al-Ahdi di Gaza, sebanyak 500 orang dilaporkan tewas dalam kejadian itu, gempuran ini merupakan insiden tunggal yang menelan korban paling banyak di Gaza sejak “perang” ini meletus 7 Oktober 2023.

Korban jiwa yang mayoritas adalah anak-anak Gaza, lansia, wanita dan warga sipil serta rumah sakit di jadikan terget rudal.

Dengan bertambahnya korban jiwa dari warga sipil, sejumlah negara mendorong Israel untuk menghentikan agresi militernya ke jalur Gaza. Israel telah membombardir Palestina secara membabi buta, mereka menghancurkan rumah penduduk, masjid, hingga rumah sakit.

Mereka juga memblokade total aliran listrik, makanan, dan kebutuhan obat-obatan. Tidak ada tempat aman bagi rakyat Palestina untuk berlindung.

Terjadi Genosida
Apa yang terjadi di Gaza sesungguhnya adalah penjajahan dan pendudukan Israel atas kaum muslim di Palestina, sehingga apa yang dilakukan Hamas dan rakyat Palestina adalah bentuk perlawanan atas pendudukan yang selama ini Israel lakukan.

Herannya, Barat bereaksi keras dengan menyebut perlawanan tersebut sebagai perbuatan teroris. Jadi lusu ketika teroris teriak teroris, begitulah Israel, negara dengan segudang pelanggaran hukum internasional, tapi sampai saat ini, tidak ada sanksi tegas yang berlaku atas kekejaman mereka. Bahkan dikabarkan telah terjadi genosida terang-terangan di Gaza.

Dari laman (Republika.co.id), perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh menyampaikan dalam pidatonya pada Senin (16/10/2023), ribuan warga Gaza meninggal dan banyak lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka ketika pesawat tempur Israel membombardir lingkungan demi lingkungan di daerah kantong yang terkepung.

“Situasi di Gaza dapat mengarah pada skenario Nakba lainnya, genosida massal sedang terjadi (di Gaza)”.

Dengan kondisi yang tebruruk, mengungsi atau mati di tanah sendiri.
Israel telah melanggar pasal 52 hukum internasional yang melarang serangan terhadap masyarakat sipil di Gaza. Serangan ini juga melanggar konvensi Jenewa II dan protokol tambahan yang mengatur perlindungan terhadap personel medis, layanan medis sipil, dan rumah sakit.

Sekarang Gaza sudah luluh lantak. Seiring dengan pengeboman habis-habisan, Israel telah mempertahankan blokade penuhnya terhadap Gaza sejak serangan Hamas, mendorong kondisi kemanusiaan ke dalam kemunduran lebih lanjut dan mencegah masuknya peralatan medis yang mendesak dan pasokan kehidupan sehari-hari ke wilayah tersebut.

Abainya Negeri Muslim

Penguasa-penguasa negeri Islam sejatinya harus memiliki kemampuan untuk mengerahkan segala daya dan upaya mereka menolong muslim Palestina melawan penjajah Zionis, tapi mirisnya negeri-negeri Muslim hanya mengecam, mengutuk dan tidak mengirimkan pasukannya untuk membantu muslim Palestina.

Lebih mirisnya lagi banyak kaum muslim yang tidak memahami akar persoalan yang terjadi di Gaza Palestina.
Harusnya ikatan akidah dan ukhuah islamiah bisa menjadi pendorong terkuat para penguasa muslim mengirim tentara militer untuk menolong saudara kita di Palestina, tapi fakta Nation-State telah mengikis ikatan akidah Islam antar kaum muslim.

Padahal umat Islam bagaikan satu tubuh yang jika sebagian tubuhnya sakit, bagian tubuh lainnya ikut merasakan sakit.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang mukmin terhadap mukmin lainnya tak ubahnya suatu bangunan yang bagian-bagiannya (satu sama lainnya) saling menguatkan.” (HR Muslim).

Pendudukan Israel atas Palestina bukan sekadar mengakibatkan kematian ratusan ribu warganya, tetapi juga menciptakan penderitaan yang terus-menerus yang dialami jutaan warga lainnya.

Dengan masih bercokolnya Zionis penjajah inilah yang menjadi pangkal persoalan di tanah Palestina dan menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan bagi rakyat Palestina.

Solusi Hakiki Konflik Palestina-Israel

Israel tidak bisa dihentikan hanya dengan diplomasi atau basa-basi kecaman, tidak cukup hanya dengan bantuan kemanusiaan. Tapi harus dengan langkah konkrit, yaitu penguasa negeri-negeri muslim mengirimkan pasukan militer ke Palestina untuk membantu menghentikan serangan militer Israel.

Karena itu sudah sepantasnya para penguasa Arab dan Muslim mengirimkan tentara mereka untuk membantu para mujahidin Palestina mengusir penjajah israel dari negeri para nabi itu. Untuk solusi jangka panjang, mereka hanya bisa diusir dari tanah suci Al-Quds dengan mengerahkan pasukan militer dengan Jihad. Allah SWT berfirman: “Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Jihad fi sabilillah tidak bisa terlaksana sempurna kecuali dengan adanya naungan “satu negara”, yang akan melindungi kaum muslim dari penjajahan, penganiayaan, penyiksaan, dan kezaliman yang dibuat musuh-musuh Islam.

Sementara solusi jangka pendek sebagai seorang muslim langkah konkret yang bisa kita lakukan saat ini adalah:

Pertama, umat harus melakukan dakwah dengan menyadarkan pemikiran umat agar menjauh dari kehidupan sekuler.

Kedua, mengerahkan segala daya dan upaya yang bisa kita lakukan untuk menyuarakan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya bahwa akar masalah Palestina adalah penjajahan Israel dan nestapa umat tanpa “Negara” yang dipimpin oleh seorang khalifah sebagai pemimpin kaum Muslim sedunia.

Rasulullah saw bersabda:
Imam (Pemimpin) adalah perisai, di belakang dia kaum Muslim berperang dan berlindung (HR al-Bukhari Muslim).

Ketiga, menyeru kepada penguasa muslim untuk mengarahkan loyalitasnya kepada Islam dan kaum muslim, bukan berharap pada solusi semu PBB atau perjanjian internasional yang menghalangi mereka menolong saudara seiman.

Palestina adalah milik umat Islam seluruh dunia. Masalah Palestina bukan sekadar masalah kemanusiaan atau konflik internal. Lebih dari itu, masalah Palestina adalah masalah bersama umat Islam di seluruh dunia. Wallahu a’lam bish Showab.[]

Comment