SWI Jajaki Kolaborasi dengan Pesantren Inggris Assalam untuk Penguatan Pendidikan dan Literasi

Bogor, Daerah62 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR — Ketua Umum Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) H. Iskandar, S.Sos., bersama Ketua Dewan Etik Eddie Karsito dan Kepala Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Riki mengunjungi Pesantren Inggris Assalam di Jalan Terobosan, Gunung Geulis, RT 05/RW 05, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2026).

Rombongan SWI disambut Pimpinan Pesantren Inggris Assalam, Devas, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan yang berlangsung di aula terbuka pesantren yang dirintis Yayasan Puspita sejak 2010 itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pengembangan pendidikan generasi muda.

Ketua Umum SWI Iskandar mengatakan kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi strategis antara SWI dan Pesantren Inggris Assalam.

“Selain sebagai sarana silaturahmi, kunjungan ini membuka ruang diskusi mengenai peluang kolaborasi strategis antara SWI dan Pesantren Inggris Assalam,” ujar Iskandar usai pertemuan.

Menurut dia, di era digital, kemampuan literasi media dan komunikasi internasional, termasuk penguasaan bahasa Inggris, menjadi bekal penting bagi generasi muda Muslim untuk menyebarkan syiar Islam yang positif sekaligus menangkal penyebaran hoaks.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin SWI terus berperan aktif mendukung pengembangan dunia pendidikan serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jurnalisme yang sehat, beretika, dan edukatif,” katanya.

Ketua Dewan Etik SWI Eddie Karsito menilai Pesantren Inggris Assalam memiliki visi yang sejalan dengan SWI, yakni kepedulian terhadap pendidikan dan kegiatan sosial.

“Pesantren Inggris Assalam ini memiliki konsep yang unik. Pemerintah sudah seharusnya bangga dan memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan pesantren ini,” ujarnya.

Ia berharap pesantren tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak yang memperoleh pendidikan di lembaga tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Inggris Assalam Devas menjelaskan lembaganya menggabungkan pendidikan Islam dengan penguasaan bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam lingkungan belajar yang asri dan kekeluargaan.

Menurut Devas, julukan “Pesantren Inggris” muncul karena para santri dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari maupun aktivitas keagamaan melalui konsep English Immersion.

“Sebenarnya nama pesantren ini Assalam. Namun karena para santri terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Pesantren Inggris,” katanya.

Selain mempelajari kitab kuning, para santri juga mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Arab, serta pelatihan pengembangan minat, bakat, dan life skills.

Devas mengatakan pembekalan tersebut tidak hanya ditujukan agar para santri siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.

“Dengan bekal itu, ketika lulus mereka diharapkan mampu memimpin kegiatan keagamaan, siap bekerja, maupun menjadi entrepreneur atau wirausaha,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan SWI menjadi awal terjalinnya sinergi yang berkelanjutan antara Pesantren Inggris Assalam dan SWI dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia.[]

Comment