Tabebuia Bermekaran di Jalur Maruga, Jadi Ikon Baru Penghijauan Tangsel

Banten, Daerah504 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus menggencarkan program penghijauan dengan menanam pohon Tabebuia rosea—yang dikenal dengan sebutan “Sakura Indonesia”—di berbagai ruang terbuka hijau.

Saat ini, keindahan Tabebuia tengah bermekaran di sepanjang jalur Maruga sejauh 1,2 kilometer. Meski belum tertanam merata, bunga berwarna putih dan merah muda itu mempercantik wajah kota sekaligus membantu memperbaiki kualitas lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan perkotaan.

Tabebuia berasal dari Amerika Latin dan kini semakin populer di Indonesia. Bunganya lebat, menyerupai sakura Jepang, dan dapat mekar dua hingga tiga kali dalam setahun, biasanya pada Juni–Juli, Agustus–September, dan terkadang Februari–Maret. Penanaman Tabebuia di Tangsel sendiri telah dilakukan DLH sejak beberapa tahun terakhir.

“Penanaman Tabebuia tidak hanya mempercantik jalan dan taman, tetapi juga membantu menurunkan suhu, menyerap polusi udara, hingga menjaga keseimbangan tanah. Kehadiran pohon ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Tangsel untuk mewujudkan kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan,” kata Ketua Umum Go Green Go Clean Indonesia, Dr. Ir. Justiani, M.Sc, Kamis (4/9/2025).

Selain sebagai peneduh alami, Tabebuia mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) dan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan masyarakat perkotaan. Akar yang kuat juga berfungsi menahan erosi sekaligus menjaga kelembapan tanah.

Keindahan Tabebuia yang bermekaran serentak kini menjadi daya tarik warga. Beberapa ruas jalan dan taman kota ramai dijadikan lokasi swafoto, terutama oleh anak muda. Fenomena ini mendorong tumbuhnya potensi wisata lokal dengan menghadirkan nuansa musim semi ala Jepang.

Lebih dari sekadar estetika, Tabebuia juga memberi manfaat ekologis. Tajuk rindangnya menjadi habitat alami burung, sementara bunga kaya nektar menjadi sumber makanan serangga penyerbuk.

Meski di sejumlah negara kulit kayu Tabebuia dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, Pemkot Tangsel menegaskan penanaman di wilayah ini difokuskan pada aspek penghijauan, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan beragam keunggulannya, Pemkot Tangsel optimistis program Tabebuia akan memperluas ruang terbuka hijau sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.

Program ini juga menjadi komitmen nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan kota modern yang tetap harmonis dengan alam.[]

Comment