Tabrakan Kereta di Bekasi, 4 Tewas dan Puluhan Luka-Luka

Bekasi, Daerah24 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BEKASI — Tabrakan antara kereta jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026. Insiden ini menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Indonesia News, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.50–20.57 WIB. Peristiwa ini melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line yang tengah berhenti di jalur.

Dilansir iNews.id (27/4/2026), KRL Commuter Line saat itu berada dalam posisi berhenti akibat gangguan operasional. Sementara itu,

Murianews.com (27/4/2026) melaporkan gangguan tersebut dipicu insiden sebelumnya di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal, Bekasi.

Dalam waktu bersamaan, Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya masuk ke jalur yang sama. Tabrakan pun tidak terhindarkan, dengan benturan keras menghantam bagian belakang KRL.

Dampak benturan menyebabkan sejumlah gerbong, khususnya bagian belakang KRL, mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong, sementara penumpang lainnya berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Petugas gabungan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kepolisian, dan tim penyelamat segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena beberapa korban sempat terjepit di badan gerbong yang ringsek.

Laman CNNIndonesia.com (27/4/2026), melaporkan jumlah korban meninggal dunia tercatat empat orang, yang seluruhnya merupakan penumpang KRL.

Sementara itu, SuaraSurabaya.net (28/4/2026) melaporkan jumlah korban luka mencapai 79 orang berdasarkan data sementara.

Di sisi lain, Antara menyebutkan sedikitnya 38 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Perbedaan jumlah ini diduga karena proses pendataan yang masih terus berlangsung di lapangan.

Seluruh penumpang Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, meskipun beberapa mengalami luka ringan akibat benturan.

InvestorTrust.id (28/4/2026) melaporkan proses evakuasi sempat mengalami kendala karena kondisi gerbong yang rusak berat sehingga menyulitkan petugas menjangkau korban di dalamnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada persoalan sistem pengaturan perjalanan kereta serta komunikasi operasional di jalur tersebut.

Insiden ini juga berdampak pada terganggunya perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya. Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga penyesuaian jadwal.

Radar Indonesia News akan terus memantau perkembangan kasus ini seiring pembaruan data resmi dari pihak terkait.[]

Comment