Terdapat PBI Tidak Tepat Sasaran, Dinas Sosial Nias Selatan Sisir DTKS

Daerah, Kep. Nias226 Views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS SELATAN – BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli terus melakukan koordinasi dengan lintas pemangku kepentingan untuk mensukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kali ini, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli melakukan kunjungan ke Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan untuk memperkuat kerjasama sebagai bagian dari upaya meningkatkan cakupan peserta JKN di Kabupaten Nias Selatan, Selasa (23/05).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan, Sisofonada Duha mengatakan bahwa pihaknya turut mendukung tercapainya cakupan kepesertaaan JKN yang menyeluruh di Kabupaten Nias Selatan.

Selain untuk memenuhi hak dasar warga negara untuk terlindungi jaminan kesehatan, juga sebagai bentuk dukungan terhadap program negara yang diwajibkan untuk memberikan kepastian bagi semua lapisan masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan tanpa kesulitan finansial.

“Sebagai badan hukum pemerintah, Dinas Sosial pastinya mendukung terlaksananya program yang secara nyata diwajibkan pemerintah, Program JKN salah satunya. Dalam hal ini kami melakukan tugas sesuai fungsinya, melakukan verifikasi data penduduk yang mengajukan kepesertaan JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dan PBPU Pemda,” ujar Sisofonada.

Ia menambahkan, pihaknya sedang berupaya melakukan pembersihan data dan mengajukan penghapusan data yang salah sasaran.

Sisofonada mengklaim, masih banyak ditemukan peserta yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) padahal secara kondisi ekonomi penduduk tersebut tidak masuk kategori miskin dan layak terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Di tengah terbatasnya kuota bagi peserta JKN segmen PBI, alternatif yang kami lakukan saat ini adalah melakukan cleansing data untuk selanjutnya diajukan penghapusan data penduduk yang secara kondisi nyata tidak layak masuk ke dalam DTKS dan menjadi peserta JKN PBI. Nantinya kuota yang kosong atas penghapusan data tersebut dapat diberikan kepada penduduk yang layak untuk mendapatkan haknya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Nancy Agitha mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan sikap patuh (compliance) terhadap kebijakan yang berlaku yang mengatur terkait ketentuan dalam pelaksanaan.

“Selain itu, tidak dapat dipungkiri masih terjadi ketidaksesuaian data peserta JKN segmen PBI ini, maka menjadi sangat penting dilakukan pemantauan dan pembaharuan secara berkala terhadap data penduduk di DTKS,” kata Nancy.

Kepala BPJS Cabang Gunungsitoli itu mengatakan, pihaknya akan berupaya melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan terkait kemungkinan penambahan kuota bagi peserta JKN segmen PBPU Pemda dalam rangka meningkatkan cakupan peserta dan mendorong terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Nias Selatan.

Dari 5 daerah di Kepulauan Nias (Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunungsitoli), Kabupaten Nias Selatan belum meraih predikat (UHC).

“Kami melakukan kunjungan ke beberapa dinas di wilayah administrasi Kabupaten Nias Selatan sebagai upaya menyelaraskan tujuan bersama dalam rangka peningkatan capaian. Kami rencanakan untuk selanjutnya melakukan kunjungan dan komunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan untuk bersama-sama menentukan strategi dan kemungkinan penambahan kuota untuk kepesertaaan PBPU Pemda di bawah tanggungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan,” tutup Nancy.[]

Comment