by

The HMS Band Berdakwah Dan Perang Terhadap Korupsi BLBI Gate dan Century

HMS Band.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Fenomena korupsi merajalela maupun merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menjadi inspirasi grup musik The HMS Band berdakwah menyatakan perang terhadap korupsi yang merupakan ‘extra ordinary crime’.
Lewat tembang musik hits andalan grup band tersebut berjudul ‘BLBI Gate’, ‘Trio Big Fish’ bahwasanya band yang digagas Ketum Organisasi Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) HM Sasmito Hadinegoro kini kembali mendesak pemerintah menuntaskan skandal korupsi keuangan terbesar yaitu Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Century Gate, Senin (6/8/2018).
Pasalny, kedua persoalan itu dinilai menjadi sumber bencana keuangan negara saat ini berkecamuk melanda.
“The HMS Band merupakan band milik organisasi HMS yang terus menyuarakan ketimpangan dan ketidakadilan sosial di Indonesia. Kami tidak akan berhenti memerangi korupsi di Indonesia agar kejahatan korupsi lenyap dari negeri ini,” jelas pentolan The HMS Band yang juga Sekjen HMS Hardjuno Wiwoho pada awak media.
HMS sendiri menggelar aksi damai di depan Gedung BI dan Menara BCA, Jakarta, pada hari Jumat lalu (3/8), yang mana aksi itu merupakan yang ketiga kali dilakukan setelah sebelumnya menggelar aksi serupa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Kementerian Keuangan.
Tiga lagu andalan dalam album bertajuk Koruptor-koruptor Kakap yaitu BLBI Gate, Merdeka untuk Siapa dan Trio Big Fish diciptakan sendiri oleh HM Sasmito Hadinegoro. 
Lirik lagu yang sarat kental akan kritik sosial atas melanda maraknya korupsi di Indonesia.
“Kami berharap lirik lagu ini membangkitkan semangat masyarakat melawan korupsi,” kata Hardjuno.
Lanjutnya menjelaskan, The HMS Band yang digawangi bersama Digo DZ tergugah untuk membantu negara dari jerat utang abadi. Harapannya, pemerintah dapat membuat kebijakan yang pro rakyat.
“Salah satu lirik lagu kami adalah Merdeka Untuk Siapa. Itu sebagai ekspresi kemarahan dan kesedihan kami melihat kondisi kehidupan rakyat saat ini sedang jatuh, bahkan cenderung sengsara,” ungkap Hardjuno.
Menurutnya, ekonomi Indonesia bakal kian terus terpuruk apabila Trio Big Fish Cs mafia keuangan negara tidak diadili. 
Sebab, celetuknya menimpali kalau Trio Big Fish itu sumber bencana keuangan negara.”Kami mencoba mengingatkan masyarakat agar peduli dengan warisan utang abadi yang menjerat bangsa Indonesia,” bebernya.
Kemudian sambungnya mengingatkan, utang ini dibayar dari uang pajak yang disetor dengan nggos-ngosan oleh rakyat dari Sabang sampai Merauke. 
“Jika tidak diwaspadai bukan mustahil bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa dan negara kita,” papar Hardjuno.
Sementara, HM Sasmito Hadinegoro menambahkan, karya seni merupakan bentuk perjuangan membela rakyat serta bertujuan untuk mendidik dan mencerdaskan masyarakat.
“Semoga warisan ini mampu membangkitkan generasi muda untuk ikut melawan penindasan dan korupsi, sehingga membebaskan negeri dari jerat utang abadi,” jelasnya.
“Masa depan bangsa akan berat jika tidak dilakukan koreksi total terhadap BLBI Gate dan Century Gate. Serta kebijakan tata kelola keuangan negara yang patut diduga kuat melanggar amanat UU 17/2003 yang semestinya transparan (terbuka) serta akuntabel,” tandasnya singkat.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 12 =

Rekomendasi Berita