RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Sekretariat Jenderal Kemnaker antara periode tahun 2015 dan 2016
menggelontorkan anggaran biaya perjalanan dinas sebesar Rp
409,224,707,000. Adapun, untuk tahun 2015 sebesar Rp210,990,848,000 dan
untuk tahun 2016 sebesar Rp198,233,859,000. Terkait anggaran itu, Koordinator
Investigasi CBA (Center for Budget Analysis), Jajang Nurjaman
menyebutkan,”Uang ratusan miliar itu diharapkan dapat menunjang kerja
para pejabat Kemnaker dalam menjalankan tugas negara,” demikian
pernyataan tertulis singkatnya yang diterima pewarta pada selasa (25/4)
malam via hubungan selular, Rabu (26/4).
Namun,
sambung Koordinator Investigasi CBA itu merasa dalam prakteknya,
seringkali diketemukan permainan kotor yang dilakukan para oknum pejabat
Kemnaker yang berdampak terhadap kerugian negara.”Berbagai modus
dilakukan guna ’embat’ alias dugaan penyimpanan uang rakyat !,”
tukasnya.
sambung Koordinator Investigasi CBA itu merasa dalam prakteknya,
seringkali diketemukan permainan kotor yang dilakukan para oknum pejabat
Kemnaker yang berdampak terhadap kerugian negara.”Berbagai modus
dilakukan guna ’embat’ alias dugaan penyimpanan uang rakyat !,”
tukasnya.
Diantaranya, ialah dipaparkan Center for Budget Analysis sebagai berikut:
Pertama,
(1) perjalanan dinas full service ke luar negeri di tahun 2015 yang
dilaksanakan Biro Kerjasama Luar Negeri. Terkait perjalanan dinas ke
luar negeri, Kementerian Keuangan sejak 25 Agustus 2015 telah menetapkan
peraturan dalam PMK Nomor 164/PMK.05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Perjalanan Dinas Luar Negeri. Dimana dalam aturan tersebut Perjalanan
dinas ke luar negeri yang waktunya di bawah 24 jam, uang saku yang
diberikan tidak boleh melebihi angka 40%.
Namun,
dalam perjalanan dinas luar negeri yang dilakukan pada tanggal 1
september 2015 tujuan ke Jepang, dan 14 september tujuan Singapura
aturan tersebut malah dilabrak oleh Biro KLN dengan tetap membayarkan
uang saku sebesar 100%, dan uang sebesar Rp10.360.130 akhirnya masuk ke
kantong Pribadi.
dalam perjalanan dinas luar negeri yang dilakukan pada tanggal 1
september 2015 tujuan ke Jepang, dan 14 september tujuan Singapura
aturan tersebut malah dilabrak oleh Biro KLN dengan tetap membayarkan
uang saku sebesar 100%, dan uang sebesar Rp10.360.130 akhirnya masuk ke
kantong Pribadi.
Lalu
kemudian yang kedua (2), Perjalanan dinas siluman 4 biro Kemnaker.
Perjalanan dinas para pejabat Kemnaker yang dilaksanakan Biro Umum
terhitung dari bulan Februari sampai dengan Desember 2016 sebanyak 85
kali, selanjutnya perjalanan dinas yang dilaksanakan Biro Kerjasama Luar
Negeri selama bulan juni sampai dengan Mei terdapat 6 perjalanan dinas,
dan Biro Organisasi dan Kepegawaian melakukan perjalanan dinas 4 kali
selama bulan april, dan Biro Perencanaan tercatat melaksanakan
perjalanan dinas sebanyak 27 kali dari bulan maret sampai dengan
desember.
kemudian yang kedua (2), Perjalanan dinas siluman 4 biro Kemnaker.
Perjalanan dinas para pejabat Kemnaker yang dilaksanakan Biro Umum
terhitung dari bulan Februari sampai dengan Desember 2016 sebanyak 85
kali, selanjutnya perjalanan dinas yang dilaksanakan Biro Kerjasama Luar
Negeri selama bulan juni sampai dengan Mei terdapat 6 perjalanan dinas,
dan Biro Organisasi dan Kepegawaian melakukan perjalanan dinas 4 kali
selama bulan april, dan Biro Perencanaan tercatat melaksanakan
perjalanan dinas sebanyak 27 kali dari bulan maret sampai dengan
desember.
“Yang
menjadi persoalan nama-nama pejabat yang tercatat melakukan perjalanan
dinas di atas adalah perjalanan dinas siluman. Dimana dalam waktu yang
sama juga, mereka bukan melakukan perjalanan dinas tapi masih masuk
kantor seperti biasa,” beber Jajang mengemukakan.
menjadi persoalan nama-nama pejabat yang tercatat melakukan perjalanan
dinas di atas adalah perjalanan dinas siluman. Dimana dalam waktu yang
sama juga, mereka bukan melakukan perjalanan dinas tapi masih masuk
kantor seperti biasa,” beber Jajang mengemukakan.
Hal
tersebut terbukti dengan rekaman finger print sebagai bukti kehadiran
di kantor.”Jadinya ‘Sim salabim’ anggaran perjalanan dinas sebesar
Rp320,514,100 habis, bukan untuk menunjang kerja para pejabat Kemnaker
dalam menjalankan tugas negara, tapi hilang seperti diembat oleh para
‘siluman’ yang selalu bersemayam di Kemnaker,” tudingnya dengan nada
curiga.
tersebut terbukti dengan rekaman finger print sebagai bukti kehadiran
di kantor.”Jadinya ‘Sim salabim’ anggaran perjalanan dinas sebesar
Rp320,514,100 habis, bukan untuk menunjang kerja para pejabat Kemnaker
dalam menjalankan tugas negara, tapi hilang seperti diembat oleh para
‘siluman’ yang selalu bersemayam di Kemnaker,” tudingnya dengan nada
curiga.
Kemudian, menurut pernyataan Jajang dalam modus terakhirnya, dirinya mengungkapkan sejumlah perjalanan dinas tipu-tipu tersebut.
“Biro
Perencanaan Kemnaker melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan
Program dan Anggaran Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2016 Wilayah Barat.
Meeting itu dilaksanakan di luar kota, tepatnya di Aston Medan Sumatera
Utara,” bebernya.
Perencanaan Kemnaker melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan
Program dan Anggaran Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2016 Wilayah Barat.
Meeting itu dilaksanakan di luar kota, tepatnya di Aston Medan Sumatera
Utara,” bebernya.
Pihak
Kemnaker melaporkan Program tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai
dari tanggal 7 sampai dengan 9 maret 2016 dengan jumlah peserta 115
orang. Biaya masing-masing peserta dalam rapat tersebut sebesar Rp232
ribu dan untuk keseluruhan 115 orang dikali 3 hari mencapai
Rp240,810,000.
Kemnaker melaporkan Program tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai
dari tanggal 7 sampai dengan 9 maret 2016 dengan jumlah peserta 115
orang. Biaya masing-masing peserta dalam rapat tersebut sebesar Rp232
ribu dan untuk keseluruhan 115 orang dikali 3 hari mencapai
Rp240,810,000.
Namun,
catatan tersebut hanyalah di atas kertas. Pada prakteknya rapat
tersebut hanya dilakukan selama 2 hari dan anggaran yang dibutuhkan
sebenarnya hanya Rp160,540,000 dan yang menjadi pertanyaan uang sebesar
Rp80,270,000 entah lari ke perut siapa.
catatan tersebut hanyalah di atas kertas. Pada prakteknya rapat
tersebut hanya dilakukan selama 2 hari dan anggaran yang dibutuhkan
sebenarnya hanya Rp160,540,000 dan yang menjadi pertanyaan uang sebesar
Rp80,270,000 entah lari ke perut siapa.
Secara
keseluruhan potensi kerugian yang harus ditanggung negara terkait
proyek perjalanan dinas Kemnaker sebesar Rp411.144.230.
keseluruhan potensi kerugian yang harus ditanggung negara terkait
proyek perjalanan dinas Kemnaker sebesar Rp411.144.230.
Berdasarkan
data di atas, CBA (Center For Budget Analysis) merasa semakin prihatin
dan hanya menambah catatan buruk kinerja kementerian yang dipimpin M.
Hanif Dhakiri ini.“Dengan
ulasan atau gambaran atas, sepertinya menteri Hanif Dhakiri ingin
menantang Presiden Jokowi, berani atau tidak untuk melakukan reshuffle
atas Menteri Tenaga Kerja atas pengelolaa anggaran Kemenaker yang jelek
banget,” pungkasnya.[Nicholas]
data di atas, CBA (Center For Budget Analysis) merasa semakin prihatin
dan hanya menambah catatan buruk kinerja kementerian yang dipimpin M.
Hanif Dhakiri ini.“Dengan
ulasan atau gambaran atas, sepertinya menteri Hanif Dhakiri ingin
menantang Presiden Jokowi, berani atau tidak untuk melakukan reshuffle
atas Menteri Tenaga Kerja atas pengelolaa anggaran Kemenaker yang jelek
banget,” pungkasnya.[Nicholas]















Comment