Tujuh Pesan Memasuki Tahun 2026

Opini59 Views

Penulis: Dr. M. Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD| Direktur Jamaica Muslim Center, Presiden Nusantara Foundation New York

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Memasuki penghujung tahun 2025, izinkan saya berbagi—atau lebih tepatnya mengingatkan—tujuh pesan penting sebagai bekal menapaki tahun 2026. Semoga tujuh pesan ini menjadi penuntun menuju hari esok yang lebih baik, penuh keberkahan, serta membuka jalan kemenangan bagi kita semua.

Pergantian tahun kerap terasa seperti membuka lembaran baru, ruang untuk menanam harapan dan merajut cita-cita, sekaligus memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta dan dengan sesama manusia.

Harapannya, tujuh pesan berikut dapat membentuk arah perjalanan kita ke depan, khususnya bagi kita yang hidup di Amerika Serikat dan dunia Barat, di mana hiruk-pikuk “fulus” dan urusan duniawi sering kali menenggelamkan suara jiwa dan nurani kemanusiaan.

Pertama, sadari bahwa misi hidup kita jauh melampaui sekadar sepiring nasi. Hidup bukan semata tentang mengisi perut atau mengejar isi dompet dari bulan ke bulan.

Keberadaan kita di dunia, dengan segala peluang dan tantangannya, adalah amanah untuk menunaikan misi yang lebih mulia. Ketika hidup disadari sebagai titipan dari Allah, setiap langkah dan ikhtiar akan bernilai ibadah, bukan sekadar upaya bertahan hidup.

Kedua, berpegang teguhlah pada tali (ḥabl) yang kuat bersama Allah dan sesama manusia. Al-Qur’an mengingatkan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan jangan bercerai-berai” (QS. Ali Imran: 103).

Tali ini memiliki dua dimensi: hubungan dengan Allah (ḥablun minallāh) dan hubungan dengan manusia (ḥablun minannās). Ketika keduanya terjaga dan saling menguatkan, kita akan tetap tegak menghadapi gelombang kehidupan.

Ketiga, jagalah dan banggalah dengan identitas kita. Identitas Islam adalah sumber keindahan batin sekaligus kekuatan jiwa. Ia suci dan memuliakan. Saat dunia berusaha menakut-nakuti atau merendahkan kita, ingatlah bahwa agama (dīn) adalah anugerah yang memberdayakan, membuat kita berdiri tegak tanpa gentar oleh intimidasi apa pun.

Keempat, lanjutkan langkah-langkah perjuangan dengan visi besar menuju kemenangan (al-falāḥ) di dunia dan akhirat. Kesuksesan sejati adalah keseimbangan antara pencapaian duniawi dan ganjaran ukhrawi yang abadi.

Biarkan visi ini menjadi energi pemberdayaan yang berkelanjutan—sebagaimana terinspirasi pula oleh saudara kita Zohran Mamdani—dalam perjuangan meraih keberhasilan pribadi, keluarga, dan komunitas, dengan tetap mengharap rida Ilahi.

Kelima, bangunlah basis keluarga yang kokoh sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Rasulullah Muhammad SAW, kisah para nabi menegaskan betapa sentralnya peran keluarga.

Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang tangguh. Rumah tangga yang dibangun di atas cinta, etika, dan nilai-nilai Islam akan menjadi benteng yang mampu menahan badai kehidupan.

Keenam, tetaplah menjadi bagian dari komunitas—keluarga besar kita. Ummah adalah rumah bersama. Jagalah ukhuwah dan persatuan. Rasulullah SAW bersabda, “Umatku ibarat satu tubuh” (HR. al-Bukhari).

Kehadiran dalam komunitas, saling mendukung dan melindungi, menjadikan kita kokoh dan aman, laksana gua yang melindungi penghuninya dari kerasnya dunia luar.

Ketujuh, angkatlah kepala dan peliharalah harapan, bahkan di tengah kesulitan. Islam tidak mengenal keputusasaan. Ujian yang menimpa saudara-saudara kita di Gaza dan di berbagai belahan dunia lainnya justru menegaskan bahwa harapan dalam Islam bukanlah optimisme kosong, melainkan keyakinan kokoh pada janji Allah: “Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat” (QS. Al-Baqarah: 214).

Saat beban terasa berat, tanamkan dalam dada bahwa “bersama kesulitan ada kemudahan” dan bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Maka, ketika kita melangkah menuju tahun yang baru, jadikanlah renungan ini sebagai kompas penuntun arah, tali yang mengikat kita dengan Ilahi dan sesama, serta cahaya harapan yang menerangi perjalanan.

Semoga tahun mendatang membawa keberkahan, falāḥ (kesuksesan), dan hubungan yang semakin dalam serta tak tergoyahkan dengan Allah dan manusia. Amin.

Lubbock, Texas, 28 Desember 2025

Comment