Tujuh Prinsip Berpikir Positif

Motivasi240 Views

 

 

 

Oleh: DR Nasrul Syarif M.Si, Penulis Buku BIGWIN dan Buku Gizi Spiritual

Saya ingin bertanya kepada Anda :
• Apakah Anda bahagia dengan pekerjaan Anda? Apakah Anda bahagia dengan keluarga Anda?
• Bagaimana hubungan Anda dengan Allah?
• Bagaimana kesehatan Anda? Apakah Anda merasa puas dengan berat badan dan kesehatan anda?
• Bagaimana kehidupan pribadi Anda? Apakah Anda merasa lebih maju dan lebih baik?
• Apakah Anda cukup puas dengan kondisi keuangan Anda?

Jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan di atas adalah hasil dari keputusan yang telah anda ambil pada masa lalu. Disadari atau tidk, keputusan itu telah mempengaruhi kondisi hidup dan hasil yang anda raih hari ini.

“Aku bertanggung jawab atas pikiranku maka aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku.” Kata Dr Ibrahim Elfiky.

Pernah tahu Thomas Alva Edison? Dia tidak pernah mengeluh atau menyalahkan orang lain ketika ribuan kali gagal menemukan lampu, meski diolok-olok dan kehilangan banyak uang, ia tidak mau meninggalkan gagasannya begitu saja dan tetap berpikir positif, tanggung jawab sepenuhnya ia pikul dan terus melangkah hingga berhasil mewujudkan cita-citanya.

Kali ini saya akan membahas prinsip-prinsip berpikir positif. Ada tujuh prinsip berpikir positif:

1. Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi.

Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. Jika anda mengubah persepsi anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadiah terindah dari Allah, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda.

2. Masalah tidak akan membiarkan Anda dalam kondisi yang ada: Ia akan membawa Anda pada kondisi yang lebih buruk atau yang lebih baik.

Apa yang terjadi pada anda tidak penting. Yang penting adalah apa yang anda lakukan terhadap apa yang terjadi. Reaksi kita terhadap suatu kejadian itulah yang menentukan hasil. Orang yang berkepribadian positif akan memusatkan perhatian pada upaya mencari solusi dengan cara-cara yang rasional dan perasaan yang tenang. Maka ia mempelajari masalah yang ada dan memperbaiki sikapnya hingga dapat berprilaku positif, baginya masalah justru mengantarkannya kepada kondisi yang lebih baik.

3. Jangan jadi masalah. Pisahkan dirimu dari masalah.

Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia. Ingatkan pada diri sendiri bahwa saya bukanlah masalah. Sebagai manusia, saya adalah mukjizat tanpa batas. Masalah hanya romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih bijaksana, lebih ahli, dan lebih berpengalaman.

4. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini dan rencanakanlah maa depan.

Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi. Hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan penuh harapan.

Sejatinya apa yang disebut kegagalan tidak ada, yang ada adalah dampak atau akibat. Maka, jika Anda tidak rela pada apa yang telah anda capai dalam kehidupan, perhatikanlah perilaku, pikiran dan perbaiki. Susunlah rencana baru dan lakukan dengan baik secara konsisten. Dengan demikian, anda pasti mendapatkan apa yang anda inginkan.

5. Setiap masalah ada solusi spiritualnya.

Sadarilah bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan jalan spiritualitas. Dalam Al-Quran dijelaskan sebagaimana firman-Nya; “ Barangsiapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya dan memberi rezeki dari jalan yang tidak terduga.

“ ( QS Athalaq ayat 2-3 ). Ketika kita tawakkal kepada Allah, masalah sesulit apa pun bisa diatasi. Sebagaimana firman-Nya. “ Barangsiapa tawakkal pada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya.” (QS. Ath-thalaq ayat 3 ).

6. Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan. Pikiran baru menciptakan kenyataan baru.

Oleh karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan yang positif dalam hidup, mulailah mengubah bagian dalam diri Anda. Sebagaimana firman-Nya :

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-ra’du (13) : 11 )

7. Ketika Allah menutup satu pintu, Pasti Dia membuka Pintu lain yang lebih baik.

Kita sedang bicara tentang bagaimana orang tidak sabar menghadapi cobaan hidup, merasa cemas, dan takut. Namun seiring perjalanan waktu, ia baru sadar bahwa cobaan adalah anugerah terindah dari Allah. Allah menutup satu pintu untuk kebaikan kepentingan kita sendiri. Sebagai gantinya, Dia membukakan pintu lain yang lebih baik.

Mulai hari ini bertawakkalah kepada Allah. Jangan patah semangat untuk mewujudkan impian Anda. Kendati semua pintu di hadapan Anda ditutup, jangan pernah putus asa.

Teruslah berjuang dan dan bersabarlah . Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Dia tidak menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang sabar.

Justru Dia membukakan pintu yang lebih baik bagi Anda daripada yang Anda bayangkan. Dialah Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Mulia. Salam Dahsyat dan Luar Biasa![]

 

Comment