by

Tutupi BLBI dan Century Ombudsman Sindir KPK Fokus Korupsi Ecek-ecek


RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ombudsman Dr Laode Ida mengapresiasi kiprah Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dalam gerakannya memberantas korupsi, termasuk dengan
menangkap tangan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

“Kita pun harus terus mendorong KPK untuk tidak lelah melakukan upaya
membersihkan negara dari pejabat korupsi, namun demikian KPK seharusnya
tidak fokus ke korupsi ‘ecek-ecek’. Fokusnya harus lebih kepada korupsi
yang signifikan,” katanya kepada pers di Jakarta, Senin (19/9/2016).

Laode lebih lanjut menyerukan KPK untuk mengusut kasus korupsi “kelas
kakap” seperti penyelewengan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
(BLBI) dan kasus Century.

Menurut dia, masih tersedia daftar panjang kasus korupsi, termasuk data
yang sudah masuk di KPK, mulai dari pemilik rekening gendut di jajaran
pejabat tingkat pusat hingga di daerah-daerah (kepala daerah) serta
korupsi pada proyek-proyek APBN dan APBD.

Beberapa kepala daerah yang terbukti menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi
(MK) periode 2013 Akil Muhtar pun belum ditangani dan cenderung masih
dibiarkan oleh KPK.

“Saya pun hampir tiap hari diminta banyak pihak untuk menanyakan
kasus-kasus itu ke KPK, karena mereka tahu persis adanya korupsi yang
dipertontonkan oleh oknum-oknum pejabat, termasuk dengan kepemilikan
harta yang berlimpah,” katanya dikutip Antara.

Pada bagian lain, ia menyatakan belum mengetahui apa skenario di balik
operasi tangkap tangan terhadap Ketua DPD Irman Gusman. Mungkin ada
ikutannya kemudian dan mungkin juga yang akan disasar adalah figur
koruptor kakapnya, yakni pejabat pemberi kuota impor gula.

“Namun jika hanya Irman Gusman yang disasar, sungguh memprihatinkan,
karena biaya operasi penangkapan berikut penyidikan dan penyelidikannya
nanti niscaya akan jauh lebih besar ketimbang uang yang ditangkap tangan
itu. Semoga tidak demikian,” katanya.[AF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =

Rekomendasi Berita